background

Artikel

Panduan Lengkap Akad Ijarah dalam Bisnis Syariah

Yudha Adhyaksa

20 Jul 2026

Cover

Inilah yang Perlu Anda Perhatikan Saat Menggunakan Akad Ijarah

Dalam dunia bisnis syariah, ada banyak akad atau perjanjian yang digunakan untuk memastikan seluruh transaksi berjalan halal, adil, dan sesuai syariat. Salah satunya adalah akad ijarah.

Akad ijarah sering dipahami sebagai akad sewa-menyewa atau upah-mengupah. Dalam konteks bisnis, akad ijarah paling banyak dipakai dalam hubungan kerja antara pemilik usaha dan pegawai.

Sayangnya, masih banyak pengusaha maupun pekerja yang belum benar-benar paham bagaimana menerapkan akad ijarah dengan benar. Akibatnya, sering muncul masalah: kontrak yang tidak jelas, pembayaran upah yang tidak transparan, hingga perselisihan kerja.

Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu akad ijarah, syarat-syarat yang harus diperhatikan, tata cara pelaksanaannya, serta kapan waktu berakhirnya kerjasama dalam akad ini.

Apa Itu Akad Ijarah?

Secara bahasa, ijarah berarti sewa atau upah. Dalam istilah fikih, ijarah adalah akad pemindahan manfaat suatu barang atau jasa dengan imbalan tertentu.

Contoh sederhana:

  • Pemilik bisnis mempekerjakan pegawai dengan gaji bulanan.
  • Penyewa menyewa rumah untuk ditempati dengan membayar uang sewa.

Dalam praktik bisnis, akad ijarah paling sering dipakai untuk kontrak kerja antara pemilik usaha dengan pegawai. Pegawai memberikan manfaat berupa tenaga, keterampilan, atau jasa tertentu. Sebagai gantinya, pemilik bisnis memberikan upah sesuai kesepakatan.

Syarat-Syarat dalam Akad Ijarah

Agar akad ijarah sah dan sesuai syariah, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan:

Adanya Ijab dan Qabul

Ijab adalah pernyataan dari pihak pertama (pemilik bisnis) untuk mempekerjakan. Qabul adalah pernyataan dari pihak kedua (pegawai) untuk menerima pekerjaan tersebut.

Contohnya:

  • Pemilik bisnis menyatakan, “Mulai hari ini Anda resmi bekerja di perusahaan kami dengan kontrak selama 1 tahun.”
  • Pegawai menyatakan persetujuan dengan menandatangani kontrak kerja.

Catatan penting: Tidak boleh ada unsur paksaan. Akad hanya sah jika kedua belah pihak rela dan setuju.

Tata Cara yang Jelas

Agar tidak menimbulkan perselisihan, tata cara kerja harus diatur detail, meliputi:

  • Jumlah jam kerja setiap hari.
  • Ada atau tidaknya jangka waktu kontrak.
  • Deskripsi tugas dan tanggung jawab pegawai.
  • Hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Dengan kejelasan ini, pegawai tahu apa yang harus dikerjakan, dan pemilik bisnis tahu apa yang menjadi haknya.

Nominal dan Waktu Pembayaran

Dalam akad ijarah, upah harus jelas sejak awal.

  • Apakah dibayar harian, mingguan, atau bulanan.
  • Jumlah nominal yang disepakati.
  • Mekanisme pembayaran (tunai, transfer, dll.).

Jika tidak jelas, maka akad ijarah menjadi fasid (rusak) karena menimbulkan gharar (ketidakpastian).

Tanggung Jawab atas Kerusakan

Apabila pegawai merusak barang secara sengaja atau ceroboh, pemilik bisnis berhak meminta ganti rugi. Tapi jika kerusakan terjadi bukan karena kelalaian pegawai (misalnya faktor alam), maka pegawai tidak menanggung.

Prinsip Penting dalam Akad Ijarah

Selain syarat formal, ada prinsip penting yang perlu diperhatikan agar akad ijarah penuh keberkahan:

  • Keadilan: Upah harus sesuai pekerjaan. Jangan mengeksploitasi tenaga kerja.
  • Kejelasan: Tidak boleh ada syarat samar.
  • Kerelaan: Kedua belah pihak sama-sama ridha.
  • Transparansi: Semua poin perjanjian tertulis jelas.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.” (HR. Ibnu Majah)

Hadis ini menegaskan pentingnya membayar pegawai dengan tepat waktu, tanpa menunda-nunda.

Contoh Penerapan Akad Ijarah di Bisnis Modern

  • Startup Teknologi: merekrut programmer dengan kontrak 6 bulan dan gaji bulanan.
  • UMKM Kuliner: mempekerjakan kasir harian dengan upah harian.
  • Property Syariah: mempekerjakan kontraktor dengan kontrak proyek jelas.
  • Marketplace Syariah: menggunakan freelancer desain grafis dengan sistem pembayaran per proyek.

Semua ini sah dilakukan selama memenuhi syarat akad ijarah.

Kapan Waktu Berakhirnya Kerjasama?

Salah satu pertanyaan penting: kapan akad ijarah berakhir?

Akad ijarah bisa berakhir dalam kondisi berikut:

Pekerjaan selesai.

Jika pegawai sudah menyelesaikan pekerjaannya sesuai kontrak, maka akad berakhir otomatis.

Jangka waktu kontrak habis.

Misalnya kontrak 1 tahun. Jika tidak diperpanjang, maka akad selesai.

Pemutusan kontrak atas kesepakatan.

Kedua pihak sepakat mengakhiri lebih cepat.

Pelanggaran fatal oleh pegawai.

Jika pegawai melanggar aturan berat (misalnya melakukan kecurangan), pemilik bisnis berhak mengakhiri kontrak.

Keadaan darurat.

Misalnya bisnis tutup karena force majeure.

Intinya: berakhirnya akad ijarah harus mengikuti kesepakatan awal atau sebab syar’i yang jelas.

Perbedaan Akad Ijarah dengan Kontrak Kerja Konvensional

Aspek

Akad Ijarah Syariah

Kontrak Konvensional

Landasan

Al-Qur’an & Hadis

Hukum positif saja

Upah

Jelas sejak awal, wajib adil

Kadang tidak transparan

Akhir kontrak

Sesuai kesepakatan & syariah

Bisa sepihak

Tanggung jawab

Berdasarkan prinsip fiqh

Berdasarkan hukum umum

Tujuan

Keberkahan + keadilan

Profit semata

Kesalahan Umum dalam Akad Ijarah

Tidak ada kontrak tertulis.

Tanpa kontrak yang jelas, hak dan kewajiban kedua pihak mudah dipahami secara berbeda sehingga berpotensi menimbulkan perselisihan.

Upah tidak jelas atau sering ditunda.

Besaran, waktu, dan cara pembayaran upah harus diketahui sejak awal. Menunda pembayaran tanpa alasan yang dibenarkan dapat merugikan pekerja dan merusak kepercayaan.

Tidak ada deskripsi tugas.

Pekerjaan yang tidak dijelaskan dengan jelas dapat membuat pegawai bingung mengenai tanggung jawabnya dan membuka peluang munculnya tuntutan pekerjaan di luar kesepakatan.

Pemilik bisnis memaksa pegawai kerja di luar kontrak.

Pekerjaan tambahan seharusnya disepakati terlebih dahulu, terutama jika berbeda dari tugas yang telah disepakati atau membutuhkan tambahan waktu dan tenaga.

Pegawai tidak disiplin dan melanggar aturan.

Akad ijarah juga menuntut pekerja menjalankan pekerjaan sesuai kesepakatan. Tidak disiplin, lalai, atau sengaja melanggar aturan dapat merugikan pemilik bisnis.

Kesalahan-kesalahan tersebut bukan hanya masalah administrasi, tetapi dapat menimbulkan perselisihan dan mengurangi keberkahan dalam hubungan kerja.

Pentingnya Edukasi Akad Syariah

Pengusaha muslim wajib memahami akad syariah agar bisnisnya terhindar dari praktik batil. Fiqeeh sebagai ekosistem bisnis syariah menyediakan kelas-kelas akad syariah yang mudah dipahami, mulai dari ijarah, murabahah, hingga musyarakah.

Dengan belajar akad syariah, pengusaha bisa memastikan bisnisnya:

  • Halal.
  • Transparan.
  • Dipercaya pegawai dan mitra.
  • Mendatangkan keberkahan dunia dan akhirat.

Pelajari Akad Ijarah untuk Bisnis UMKM di SekolahUMKM.com

Memahami akad ijarah penting bagi pemilik UMKM yang mempekerjakan karyawan, menggunakan jasa freelancer, atau bekerja sama dalam suatu proyek. Kejelasan akad membantu kedua pihak memahami hak, kewajiban, upah, pekerjaan, dan batas tanggung jawab sejak awal.

Di SekolahUMKM.com, Anda bisa mempelajari bisnis syariah secara lebih praktis, termasuk memahami akad dan penerapannya dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Dengan akses belajar Rp50.000/bulan, Anda dapat belajar secara bertahap agar keputusan bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan prinsip syariah.

Kesimpulan

Akad ijarah merupakan salah satu akad yang dapat digunakan dalam hubungan sewa-menyewa maupun pemberian jasa, termasuk hubungan kerja antara pemilik usaha dan pekerja. Agar berjalan dengan baik, hal-hal penting seperti jenis pekerjaan, waktu kerja, upah, hak dan kewajiban, serta jangka waktu akad perlu disepakati dengan jelas.

Bagi pelaku UMKM, pemahaman ini penting karena banyak persoalan dalam hubungan kerja sebenarnya muncul bukan karena niat buruk, tetapi karena sejak awal kesepakatannya tidak cukup jelas.

Bisnis syariah bukan hanya tentang menjual produk yang halal. Cara mempekerjakan orang, memberikan upah, membuat kesepakatan, dan memenuhi hak pihak lain juga menjadi bagian penting dari bagaimana bisnis dijalankan.

Karena itu, semakin besar bisnis, semakin penting pula bagi pemilik usaha untuk memahami akad dan menerapkannya secara tepat.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Apa itu akad ijarah dalam bisnis?

Akad ijarah adalah akad untuk memperoleh manfaat dari suatu barang atau jasa dengan imbalan tertentu. Dalam bisnis, salah satu penerapannya adalah hubungan kerja ketika pekerja memberikan jasa atau tenaganya dan mendapatkan upah sesuai kesepakatan.

Apakah akad ijarah harus dibuat secara tertulis?

Akad perlu memiliki kesepakatan yang jelas. Dalam praktik bisnis, membuat perjanjian tertulis sangat dianjurkan agar pekerjaan, upah, waktu, hak, kewajiban, dan ketentuan lainnya dapat dibuktikan dan tidak mudah menimbulkan perbedaan pemahaman.

Apa yang harus disepakati dalam akad ijarah?

Hal-hal utama yang perlu diperjelas antara lain manfaat atau pekerjaan yang diberikan, jangka waktu jika ada, besaran dan mekanisme pembayaran upah, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Kapan akad ijarah berakhir?

Akad dapat berakhir ketika pekerjaan atau manfaat yang disepakati telah selesai, jangka waktu kontrak berakhir, atau berdasarkan kesepakatan untuk mengakhiri akad. Ketentuan mengenai pengakhiran hubungan kerja sebaiknya sudah dijelaskan sejak awal agar tidak menimbulkan perselisihan.

Mengapa UMKM perlu mempelajari akad syariah?

Karena akad menjadi dasar dari banyak transaksi bisnis. Dengan memahami akad, pemilik UMKM dapat membuat kesepakatan yang lebih jelas, mengurangi potensi perselisihan, dan lebih berhati-hati dalam menjalankan transaksi sesuai prinsip syariah.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Apa Itu Kaizen Toyota dan Cara Menerapkannya dalam Bisnis UMKM?

Toyota adalah salah satu pabrikan otomotif Jepang paling terkenal di dunia. Perusahaan ini bukan hanya dikenal karena produknya yang tangguh dan hemat bahan bakar, tetapi juga karena sistem manajemenn...

Yudha Adhyaksa

17 Aug 2026

Thumbnail
Customer Service: Cara Mengelola Pelanggan UMKM Biar Nggak Kabur dan Jadi Langganan

Pernah nggak ngerasa sudah capek promosi, sudah dapat pembeli, tapi mereka cuma beli sekali terus hilang? Atau ada pelanggan yang tiba-tiba komplain panjang lebar di WhatsApp, tapi kamu bingung harus...

Yudha Adhyaksa

17 Aug 2026

Thumbnail
Kontak WhatsApp: Cara Mengelola Database Pelanggan UMKM Biar Tidak Berantakan dan Mudah Closing

Pernah ngalamin ini? Chat WhatsApp penuh banget. Banyak nomor masuk tiap hari. Ada yang tanya harga, ada yang sudah beli, ada juga yang cuma nanya tapi tidak jadi. Tapi pas kamu butuh follow up:...

Yudha Adhyaksa

17 Aug 2026

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image