Artikel
Yudha Adhyaksa
14 Aug 2026
Banyak usaha di Indonesia dimulai dari hal sederhana: “yuk kita joinan”. Entah itu sama saudara, teman dekat, atau tetangga.
Awalnya enak:
Yang penting jalan dulu.
Tapi masalah biasanya muncul belakangan.
Saat:
Akhirnya bingung sendiri.
“Balikin modalnya segitu aja boleh nggak ya?”
“Kalau rugi gimana?”
“Kalau uangnya sudah muter semua gimana?”
Kalau kamu lagi di posisi ini, santai. Ini kasus yang sering banget terjadi di UMKM. Kita bahas pelan-pelan biar jelas dan nggak bikin konflik keluarga.
Banyak yang mengira masalahnya ada di niat.
Padahal biasanya masalah ada di sistem.
Contoh yang sering terjadi:
Selama usaha masih kecil dan belum ada tekanan, semuanya terasa baik-baik saja.
Tapi begitu ada yang keluar… langsung terasa.
Ini poin penting yang sering disalahpahami.
Dalam syirkah, pengembalian modal tidak bisa asal:
“Dulu setor 10 juta, ya sudah balikkan 10 juta.”
Tidak sesederhana itu.
Karena:
Jadi yang dilihat adalah kondisi riil usaha saat ini, bukan angka awal saja.
Kalau:
Maka:
Solusinya:
Ini lebih aman karena:
Kalau ternyata:
Maka:
Contoh:
Maka:
Ini sering jadi titik sensitif karena:
“kok uang saya berkurang?”
Padahal memang sudah digunakan dalam usaha.
Kalau:
Maka:
Hasilnya:
Banyak UMKM mengalami ini.
Bukan karena sengaja, tapi karena:
Tapi saat ada masalah, baru terasa pentingnya data.
Kalau sudah terlanjur berantakan, ini langkah yang bisa dilakukan:
Mulai dari:
Walaupun tidak lengkap, tetap kumpulkan.
Tidak perlu ribet.
Cukup:
Dari situ sudah bisa kelihatan gambaran kasar.
Ini penting.
Duduk bareng:
Kenapa harus bareng?
Supaya:
Setelah tahu kondisi:
Jangan dipaksakan sepihak.
Karena yang paling mahal bukan uangnya, tapi hubungan.
Supaya lebih kebayang, ini contoh yang sering terjadi.
Awalnya:
Tiga saudara buka warung makan, modal beda-beda, tapi bagi hasil sama rata.
Masalah:
Solusi:
Hasil:
Awalnya:
Dua teman buka laundry, semua serba “ayo jalan dulu”.
Masalah:
Solusi:
Hasil:
Awalnya:
Tiga orang beli stok baju bersama.
Masalah:
Solusi:
Hasil:
Awalnya:
Joinan keluarga tanpa catatan.
Masalah:
Solusi:
Hasil:
Awalnya:
Modal patungan, kerja bareng.
Masalah:
Solusi:
Hasil:
Ini yang sering bikin masalah makin besar:
Dampak:
Saat ada masalah, tidak ada pegangan.
Dampak:
Sulit menentukan untung rugi.
Dampak:
Usaha tidak berkembang.
Dampak:
Usaha bisa hancur.
Dampak:
Masalah jadi konflik pribadi.
Banyak orang fokus ke hasil:
Padahal yang lebih penting:
Karena usaha bisa bangkrut, tapi hubungan jangan sampai ikut rusak.
Kalau dari awal sudah dibangun dengan benar:
Masalah seperti ini bisa diminimalkan.
Kalau kamu merasa:
Itu wajar.
Yang penting sekarang bukan menyalahkan masa lalu, tapi mulai benahi ke depan.
Kalau kamu ingin belajar lebih praktis soal:
Kamu bisa pelan-pelan belajar di SekolahUMKM.com.
Biayanya juga ringan, sekitar 50 ribu per bulan.
Nggak perlu langsung jago.
Nggak perlu langsung sempurna.
Yang penting kamu nggak jalan sendirian, dan punya arah yang lebih jelas dalam menjalankan usaha.
Syirkah atau usaha patungan bisa menjadi cara yang baik untuk memulai bisnis. Namun, kepercayaan saja tidak cukup untuk menjaga usaha tetap sehat.
Ketika modal berbeda, uang sudah berputar, pembukuan belum rapi, lalu salah satu partner ingin keluar, penyelesaiannya tidak bisa hanya berdasarkan ingatan atau jumlah modal awal. Semua pihak perlu melihat kondisi usaha yang sebenarnya, termasuk aset, kewajiban, keuntungan, maupun kerugian yang terjadi.
Kalau pembukuan sudah terlanjur berantakan, jangan langsung saling menyalahkan. Mulailah mengumpulkan bukti transaksi, menghitung kembali kondisi usaha, lalu duduk bersama untuk mencari penyelesaian yang paling mendekati kondisi nyata dan dapat diterima semua pihak.
Yang paling penting, jangan menyelesaikan masalah secara sepihak. Komunikasi, keterbukaan, dan kesepakatan bersama sering kali menjadi kunci agar penyelesaian bisnis tidak berubah menjadi konflik keluarga atau pertemanan.
Untuk ke depan, jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran. Usaha patungan sebaiknya memiliki akad yang jelas, pembagian modal yang tercatat, aturan pembagian keuntungan, serta pembukuan yang dipisahkan dari keuangan pribadi.
Karena bisnis boleh berkembang atau bahkan berhenti, tetapi keadilan dan hubungan baik tetap harus dijaga.
Syirkah inan adalah bentuk kerja sama usaha antara dua orang atau lebih yang sama-sama memberikan kontribusi dalam usaha. Besarnya modal dan peran masing-masing pihak tidak harus sama, sedangkan pembagian keuntungan dan ketentuan kerja sama perlu disepakati bersama.
Tidak selalu. Jika modal sudah digunakan dan kondisi usaha mengalami keuntungan atau kerugian, nilai hak partner yang keluar perlu melihat kondisi usaha saat itu, bukan hanya jumlah setoran modal awal.
Kerugian usaha perlu diperhitungkan berdasarkan kondisi dan porsi modal masing-masing pihak. Karena itu, penting untuk mengetahui nilai aset, kas, kewajiban, dan kondisi usaha sebelum menentukan hak setiap partner.
Kumpulkan semua bukti yang masih tersedia, seperti mutasi rekening, bukti transfer, nota, catatan transaksi, dan aset yang masih dimiliki. Setelah itu, lakukan rekonstruksi sederhana untuk mengetahui gambaran kondisi usaha sebelum mengambil keputusan.
Penarikan modal perlu mempertimbangkan kondisi usaha dan hak seluruh pihak. Jika penarikan tersebut berpotensi mengganggu atau menghentikan operasional, penyelesaiannya perlu dibicarakan bersama. Salah satu alternatifnya adalah pengalihan atau penjualan porsi kepemilikan kepada partner lain atau pihak baru.
Seluruh pihak perlu melihat kondisi usaha secara menyeluruh. Aset dapat dinilai atau dijual secara wajar, kewajiban usaha diselesaikan, kemudian nilai yang tersisa diperhitungkan sesuai hak masing-masing berdasarkan kesepakatan dan kondisi usaha.
Sangat disarankan. Perjanjian atau akad tertulis membantu menjelaskan modal masing-masing pihak, pembagian keuntungan, peran, pengambilan keputusan, serta mekanisme jika salah satu partner ingin keluar.
Beberapa langkah penting adalah mencatat modal dengan jelas, memisahkan uang pribadi dan uang usaha, membuat pembukuan rutin, menyepakati aturan sejak awal, dan membicarakan masalah sebelum menjadi konflik.
Anda dapat mempelajari berbagai materi bisnis, termasuk pengelolaan keuangan, kerja sama usaha, pemasaran, dan operasional di SekolahUMKM.com. Dengan Rp50.000 per bulan, Anda dapat mengakses ratusan kelas dan ribuan materi bisnis untuk membantu mengembangkan usaha.
Artikel
Suatu sore yang indah di Jakarta. Kota yang pada waktu itu sedang membangun MRT. Bisa dibayangkan riuhnya suasana saat itu. Dengan jalan yang menyempit, semakin meningkatkan adrenalin para pe...
Yudha Adhyaksa
04 Nov 2024
Termasuk Ciputra! Dalam bukunya, Ciputra The Entrepreneur “The Passion of My Life”, beliau bercerita perjuangannya mengembangkan Ancol. Sebagai sarjana arsitektur baru lulus, ia bosa...
Yudha Adhyaksa
04 Nov 2024
Menabung di Bank Konvensional itu haram karena ada bunga ribanya. Ibarat parkir mobil, pemilik seharusnya membayar uang parkir ke tukang parkir karena bersedia jagain mobilnya di tempat parkir. Kal...
Yudha Adhyaksa
04 Nov 2024
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan