Artikel
Yudha Adhyaksa
17 Dec 2025
Adik dan om saya punya tanah ada 3 SHM luas 3815 m2. Ingin dikelola jadi kavling atau perumahan
Pertanyaan
1. Apakah sebaiknya pakai PT atau individu?
2. Ada 3 SHM ini dengan site plan jadi 40 an bagaimana proses pecah sertifikatnya? Apakah perlu di satu kan dulu?
3. Sebaiknya jual kavling atau jual rumah?
Mohon saran dan rekomendasinya
1. Pakai PT karena aturannya diatas 5 kavling izinnya pakai PT
2. Tidak perlu disatukan dulu. Ini langkah2nya
- Cek ke Dinas dulu berapa luas kavling terkecil
- Cek berapa KDBnya, pengaruhnya nanti ke minimal luas rumah
- Cek berapa % fasumnya, karena mempengaruhi maksimal luas area bisa bangun rumah
- Setelah dapat semua info, minta Arsitek merancang siteplan. Dari situ nanti dapat perencanaan rumah dan jalan paling optimal. Bisa jadi ada SHM yang tidak perlu dipecah, karena pas bisa dibagi sesuai siteplan Arsitek jadi serahkan ke Arsitek utk berpikir 😃
3. Saran saya jual rumah, karena punya teman yaitu adek dan om nya jadi bisa kolaborasi.
Kalau jual kavling keuntungannya 30%, sedangkan jual rumah jauh lebih besar
- Keuntungan rumah 20% dari harga jual rumah
- Keuntungan jual perlengkapan rumah seperti kitchen set, pagar, kanopi, taman, kolam ikan dll totalnya bisa mencapai 10% dari harga jual rumah
- Keuntungan dari margin penjualan kredit 10%/tahun
Setelah cek ke Dinas, nanti bisa dihitung berapa total unit yang bisa dibangun. Ada member Jawa Barat dari 30 unit penghasilannya 100 juta/unit
Apalagi ada kerjasama adek dan om nya, bisa berbagi tugas didalam perusahaan insyaa Allah akan maksimal.
Saya sudah lihat kerjasama keluarga di Jogja mengembangkan proyek bersama kini total proyeknya 30 lebih dan usahanya sudah berjalan 20 tahun.
Desain rumahnya bagus, jalannya lebar, ada mushola. Juga bikin berbagai bentuk proyek seperti villa, rumah joglo yang luas sampai ke ruko2. Sampai2 saudara tertua di Jakarta berhenti dari Agung Podomoro Land utk membantu scale up perusahaan ini
Jadi insyaa Allah arahnya bisa sampai sebesar itu. Semangatt!
Memilih badan usaha, menyusun site plan, menentukan strategi penjualan, dan mengoptimalkan potensi tanah merupakan bagian penting dalam mengembangkan proyek properti. Di SekolahUMKM.com dengan biaya Rp50.000/bulan, Anda dapat mempelajari strategi pengembangan proyek, perencanaan kavling dan rumah, hingga pengelolaan bisnis Developer agar potensi tanah dapat dimaksimalkan.
Untuk tanah seluas 3.815 m² dengan rencana sekitar 40 unit, Coach Yudha menyarankan menggunakan PT dan tidak terburu-buru memecah ketiga SHM menjadi satu terlebih dahulu.
Langkah awalnya adalah mengecek ketentuan ke Dinas terkait, terutama luas kavling terkecil, KDB, dan persentase fasum. Setelah data tersebut diperoleh, arsitek dapat menyusun site plan yang paling optimal. Dari hasil site plan tersebut baru dapat ditentukan sertifikat mana yang perlu dipecah dan bagaimana pembagian unitnya.
Untuk strategi penjualan, Coach Yudha lebih menyarankan menjual rumah daripada kavling karena peluang keuntungan dan sumber pendapatannya lebih besar. Selain keuntungan dari penjualan rumah, masih terdapat peluang dari perlengkapan rumah dan margin penjualan secara kredit.
Kerja sama keluarga juga dapat menjadi kekuatan apabila setiap pihak memiliki pembagian tugas yang jelas dalam perusahaan. Dengan perencanaan yang baik, proyek pertama tidak hanya menjadi proyek jual-beli tanah, tetapi dapat menjadi awal membangun perusahaan properti yang berkembang dalam jangka panjang.
Menurut Coach Yudha, proyek dengan jumlah kavling di atas 5 sebaiknya menggunakan PT karena berkaitan dengan ketentuan perizinan dan pengelolaan proyek yang lebih kompleks.
Tidak harus. Sebaiknya cek terlebih dahulu ketentuan luas kavling terkecil, KDB, dan persentase fasum. Setelah itu, arsitek menyusun site plan untuk menentukan pembagian tanah yang paling optimal.
KDB akan memengaruhi luas area yang dapat dibangun dan pada akhirnya berpengaruh terhadap perencanaan luas rumah. Karena itu, data KDB perlu diketahui sebelum arsitek merancang site plan.
Coach Yudha menyarankan menjual rumah karena potensi keuntungan dapat lebih besar. Selain keuntungan dari rumah, Developer juga dapat memperoleh pendapatan dari perlengkapan seperti kitchen set, pagar, kanopi, taman, dan fasilitas tambahan lainnya.
Adik dan om dapat berbagi peran dalam perusahaan sehingga pekerjaan tidak ditangani sendiri. Jika pembagian tugas, pengelolaan, dan strategi bisnis dilakukan dengan baik, kerja sama keluarga dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan proyek-proyek berikutnya.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
Banyak developer atau agen yang pertama kali pegang produk rumah mewah biasanya semangat di awal. Materi sudah disiapkan: Listing naik di berbagai platform Foto properti terlihat bagus Ha...
Yudha Adhyaksa
16 Aug 2026
Pernah nggak kamu lihat orang jualan produk yang sama, tapi hasilnya beda jauh? Ada yang jual baju muslim → laris banget Ada yang jual produk sama → sepi terus Padahal secara logika:...
Yudha Adhyaksa
16 Aug 2026
Masalah yang Sering Terjadi di UMKM Banyak pemilik UMKM ngerasa sudah punya tim, sudah punya karyawan, bahkan sudah mulai bagi tugas. Tapi tetap saja rasanya: Tim kerja, tapi hasilnya nggak m...
Yudha Adhyaksa
16 Aug 2026
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan