Artikel
Yudha
16 Aug 2026
Pernah nggak kamu lihat orang jualan produk yang sama, tapi hasilnya beda jauh?
Ada yang jual baju muslim → laris banget
Ada yang jual produk sama → sepi terus
Padahal secara logika:
“Produknya sama, harusnya hasilnya mirip dong…”
Tapi kenyataannya nggak begitu.
Masalahnya biasanya bukan di produknya.
Tapi di satu hal yang sering diremehkan sama pelaku UMKM:
Riset pasar.
Banyak yang langsung jualan tanpa riset:
Beberapa minggu kemudian:
Akhirnya nyalahin:
Padahal… dari awal belum benar-benar tahu:
Siapa yang mau beli, dan mereka nyarinya apa.
Di materi yang kamu kasih, ada satu kalimat penting:
Riset itu bisa menentukan 75% keberhasilan jualan
Ini bukan lebay.
Kalau kamu sudah tahu:
Maka jualan itu bukan lagi “nebak”.
Tapi sudah lebih terarah.
Sebelum masuk ke cara riset, kita luruskan dulu kesalahan yang paling sering terjadi:
Akibatnya:
Di ebook tadi sebenarnya sudah dijelaskan pakai tools Google.
Kita sederhanakan jadi versi yang bisa langsung kamu pakai.
Cara paling sederhana tapi powerful.
Logikanya:
Kalau orang mengetik sesuatu di Google, berarti mereka BUTUH.
Contoh:
Ketik:
Google akan kasih saran otomatis.
Itu bukan random.
Itu berdasarkan apa yang sering dicari orang.
Dari materi:
Cara Praktisnya:
Contoh:
“keripik singkong …”
Muncul:
Nah itu ide jualan + ide konten.
Kenapa Ini Penting untuk UMKM?
Karena:
Kamu tidak perlu tebak pasar.
Pasarnya sudah kasih tahu sendiri.
Di ebook dijelaskan pakai Google Keyword Planner.
Fungsinya:
Ini penting karena:
Banyak produk:
Cara Sederhana Memahaminya
Misal:
Artinya:
Pasarnya ada.
Dari situ bisa dihitung:
Walaupun ini estimasi, tapi cukup buat gambaran.
Insight Penting
Jangan cuma cari produk:
Tapi cari:
Ini bagian yang sering bikin UMKM “telat momentum”.
Di materi dijelaskan pakai Google Trends:
Contoh Nyata:
Produk:
Baju muslim
Trend:
Naik saat Ramadhan
Artinya:
Kalau Kamu Nggak Riset?
Yang terjadi:
Di ebook juga dijelaskan:
Kita bisa tahu kota mana yang banyak cari produk
Contoh:
Ini Kepakai untuk:
Contoh UMKM:
Kalau kamu jual:
“kopi lokal Jogja”
Dan ternyata:
yang paling banyak cari di Jakarta
Maka:
strategi kamu harus beda.
Ini bagian paling penting.
Bukan cuma riset… tapi dipakai.
Dari ebook:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Langsung jualan
Sudah tahu data, tapi tidak diimplementasi
Keyword:
“baju”
Harusnya:
“baju muslim anak perempuan murah”
Pasar berubah, tapi tetap pakai cara lama
Riset sekali, lalu berhenti
Banyak UMKM gagal bukan karena produknya jelek.
Tapi karena:
Riset itu bukan bikin ribet.
Justru:
Bikin kamu lebih hemat waktu, tenaga, dan modal.
Kamu nggak harus langsung jago riset.
Mulai saja dari:
Yang penting:
Kalau kamu lagi di fase:
Belajar riset pasar itu bukan pilihan… tapi kebutuhan.
Kalau mau belajar lebih dalam tapi tetap praktis (bukan teori ribet), kamu bisa mulai dari yang ringan dulu.
Di SekolahUMKM.com, banyak pembahasan langsung dari pengalaman lapangan:
Biayanya juga ringan, 50 ribu per bulan.
Nggak harus langsung sempurna. Tapi setidaknya kamu nggak lagi jalan dengan cara “nebak”.
Riset pasar UMKM adalah proses mengumpulkan dan memahami informasi tentang calon pelanggan, kebutuhan pasar, tren, produk, dan persaingan sebelum menentukan atau mengembangkan strategi bisnis.
Riset pasar membantu pelaku UMKM mengambil keputusan berdasarkan informasi, bukan hanya asumsi. Dengan riset, Anda bisa lebih memahami siapa calon pelanggan, apa yang mereka cari, dan bagaimana kondisi pasar.
Anda bisa mulai dengan mencari produk atau kebutuhan yang relevan di Google, melihat saran pencarian, menggunakan Google Keyword Planner untuk melihat potensi pencarian, dan Google Trends untuk memahami perubahan minat dari waktu ke waktu.
Tidak. Riset pasar juga perlu dilakukan ketika ingin menambah produk, masuk ke pasar baru, mengubah strategi pemasaran, atau ketika penjualan mulai mengalami perubahan.
Beberapa hal yang dapat dipelajari antara lain kebutuhan calon pelanggan, kata atau topik yang mereka cari, tren permintaan, lokasi pasar potensial, serta peluang untuk membedakan produk atau strategi pemasaran.
Tidak selalu. Tingginya pencarian tidak otomatis berarti semua orang akan membeli. Pelaku usaha tetap perlu mempertimbangkan persaingan, harga, kebutuhan pelanggan, kemampuan produk memenuhi permintaan, dan strategi penjualan.
Riset pasar berfokus pada kondisi pasar, calon pelanggan, kebutuhan, tren, dan peluang. Riset produk lebih spesifik pada produk yang akan dibuat atau dijual, termasuk fitur, kualitas, harga, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan pasar.
Tidak ada aturan yang sama untuk semua bisnis. Namun, riset sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama ketika pasar, tren, perilaku pelanggan, atau strategi bisnis mulai berubah.
Artikel
Apa Itu UMKM? UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yaitu kelompok usaha yang memiliki skala usaha tertentu dan menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia....
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
Tahukah Anda, owner "HAUS" member SekolahUMKM? Ini kisahnya! 🌱 INSPIRASI BISNIS HARI INI Dengan lebih dari 200 cabang yang tersebar di belasan kota besar Indonesia, jaringan minuman...
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
“Produk sudah bagus, tapi kenapa orang tetap nggak jadi beli?” Ini situasi yang sangat umum. Kamu sudah: Pilih bahan terbaik Jaga kualitas Tentukan harga yang kompetitif...
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan