Artikel
Yudha Adhyaksa
28 Jul 2026
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari pelaku UMKM adalah:
"Saya sudah punya produk. Sekarang bagaimana cara mencari pembelinya?"
Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi sebenarnya menunjukkan satu kondisi yang sangat umum dalam dunia bisnis.
Banyak orang memulai usaha karena sudah menemukan produknya terlebih dahulu. Ada yang mendapatkan kesempatan menjadi reseller, ada yang bisa memproduksi suatu barang, ada juga yang menerima tawaran kerja sama dari teman atau keluarga. Setelah produknya ada, barulah muncul pertanyaan, siapa yang akan membeli produk ini?
Padahal, dalam strategi pemasaran yang ideal, urutannya justru sebaliknya.
Bisnis biasanya dimulai dengan memahami siapa target pasarnya, masalah apa yang mereka hadapi, kemudian menghadirkan produk sebagai solusi atas masalah tersebut. Dengan cara ini, peluang produk diterima pasar menjadi lebih besar.
Namun bukan berarti Anda harus memulai dari nol jika produk sudah terlanjur ada.
Masih ada cara yang bisa dilakukan agar produk tersebut menemukan pasar yang tepat.
Kuncinya adalah mengubah cara berpikir.
Jangan lagi bertanya, "Produk ini mau dijual ke siapa?"
Tetapi mulai bertanya,
"Masalah apa yang diselesaikan oleh produk ini, dan siapa yang mengalami masalah tersebut?"
Pertanyaan sederhana ini akan membantu Anda melihat produk dari sudut pandang calon pelanggan, bukan dari sudut pandang penjual. Dari sinilah proses menentukan target market menjadi jauh lebih mudah dan lebih terarah.
Kalau produk sudah ada, langkah pertama bukan langsung memasang iklan atau membuat promosi besar-besaran.
Yang perlu dilakukan adalah memahami produk tersebut lebih dalam.
Coba tanyakan beberapa hal berikut kepada diri sendiri:
Semakin jelas jawaban dari pertanyaan tersebut, semakin mudah menentukan siapa target pasar yang paling sesuai.
Sering kali sebuah produk sebenarnya bisa digunakan oleh banyak orang. Namun bukan berarti semua orang adalah target market Anda.
Justru ketika targetnya terlalu luas, pesan pemasaran menjadi tidak fokus. Akibatnya, calon pelanggan sulit memahami manfaat yang ditawarkan.
Kesalahan yang cukup sering dilakukan pelaku UMKM adalah terlalu sibuk menjelaskan produknya.
Misalnya menjelaskan:
Semua itu memang penting.
Namun sebelum calon pelanggan tertarik dengan spesifikasi produk, mereka biasanya lebih dulu ingin tahu satu hal:
"Produk ini bisa membantu saya apa?"
Karena itulah, sudut pandang pemasaran perlu diubah.
Fokuslah pada masalah yang dialami pelanggan, lalu tunjukkan bagaimana produk Anda menjadi solusi atas masalah tersebut. Cara berpikir seperti ini akan membuat komunikasi pemasaran terasa lebih relevan dan lebih mudah diterima.
Hal menarik lainnya adalah satu produk tidak selalu hanya memiliki satu jenis pembeli.
Misalnya Anda menjual blender.
Produk yang sama bisa dibutuhkan oleh:
Produknya sama.
Tetapi alasan mereka membeli bisa berbeda-beda.
Karena itu, penting untuk mengenali kelompok pelanggan mana yang paling potensial terlebih dahulu. Setelah itu, buat komunikasi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tersebut, bukan menggunakan satu pesan yang ditujukan untuk semua orang.
Banyak pelaku usaha mengatakan,
"Produk saya bisa dipakai semua orang."
Kalimat ini terdengar bagus, tetapi justru sering menjadi penyebab pemasaran tidak efektif.
Kalau semua orang dianggap sebagai target pasar, maka sebenarnya tidak ada target yang benar-benar spesifik.
Akibatnya:
Sebaliknya, ketika target pasar semakin spesifik, Anda akan lebih mudah menentukan bahasa promosi, media pemasaran, hingga penawaran yang paling sesuai. Inilah salah satu alasan mengapa mengenali target market menjadi langkah penting sebelum menyusun strategi marketing.
Kalau produk sudah ada, bukan berarti Anda harus menebak-nebak siapa pembelinya. Ada cara yang lebih sistematis untuk menemukan target market yang paling sesuai.
Langkah pertama adalah melihat kembali manfaat utama dari produk tersebut.
Jangan mulai dari pertanyaan, "Siapa yang bisa membeli produk ini?"
Mulailah dari pertanyaan,
"Siapa yang paling membutuhkan solusi yang diberikan produk ini?"
Perbedaan cara berpikir ini terlihat sederhana, tetapi hasilnya bisa sangat berbeda.
Saat Anda fokus pada solusi, target market akan lebih mudah ditemukan karena Anda mencari orang yang memang memiliki kebutuhan, bukan sekadar orang yang mungkin tertarik.
Tidak semua calon pelanggan memiliki tingkat kebutuhan yang sama.
Ada yang merasa produk Anda hanya menarik.
Ada juga yang benar-benar membutuhkan produk tersebut untuk menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi.
Kelompok kedua inilah yang sebaiknya menjadi prioritas.
Mengapa?
Karena orang yang memiliki kebutuhan biasanya lebih cepat mengambil keputusan dibanding orang yang hanya sekadar penasaran.
Itulah sebabnya, mengenali tingkat kebutuhan pasar jauh lebih penting daripada hanya melihat jumlah orang yang bisa membeli produk Anda.
Banyak pelaku usaha merasa sudah mengetahui siapa target pasarnya.
Padahal, itu baru dugaan.
Cara terbaik untuk memastikan target market adalah dengan melakukan pengujian.
Misalnya dengan:
Dari proses tersebut, Anda akan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai siapa pasar yang paling cocok untuk produk Anda.
Daripada menghabiskan banyak biaya promosi berdasarkan asumsi, lebih baik mengumpulkan data dari respons calon pelanggan secara langsung.
Hal lain yang perlu dipahami adalah target market bukan sesuatu yang bersifat permanen.
Seiring waktu, Anda mungkin menemukan bahwa ada kelompok pelanggan lain yang justru memberikan hasil lebih baik.
Bisa jadi mereka:
Karena itu, jangan takut melakukan evaluasi.
Bisnis yang terus berkembang biasanya juga semakin memahami siapa pelanggan terbaiknya.
Semakin lama menjalankan usaha, seharusnya gambaran mengenai target market menjadi semakin jelas, sehingga strategi pemasaran pun bisa disusun dengan lebih efektif.
Menentukan target market bukan sekadar memilih siapa yang akan membeli produk. Yang lebih penting adalah memahami siapa yang benar-benar membutuhkan solusi yang Anda tawarkan.
Kalau Anda ingin belajar:
Saatnya bergabung di SekolahUMKM.com.
Di SekolahUMKM.com tersedia 500+ kelas yang membahas berbagai topik penting untuk pelaku UMKM Indonesia, mulai dari mindset, ide bisnis, produksi, marketing, permodalan, keuangan, hingga pengelolaan SDM.
Semua materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat langsung diterapkan dalam menjalankan usaha.
Cukup Rp50.000 per bulan, Anda sudah bisa mengakses seluruh kelas dan belajar sesuai kebutuhan bisnis Anda.
Karena pemasaran akan jauh lebih efektif ketika Anda mengetahui dengan jelas siapa yang ingin dibantu oleh produk yang Anda miliki.
Banyak pelaku UMKM berpikir bahwa masalah utama mereka adalah produknya kurang laku. Padahal, tidak sedikit produk yang sebenarnya berkualitas, tetapi ditawarkan kepada orang yang kurang tepat.
Inilah mengapa menentukan target market menjadi salah satu langkah penting dalam membangun bisnis.
Kalau produk Anda sudah terlanjur ada, jangan berkecil hati. Anda tidak harus membuat produk baru dari awal. Yang perlu dilakukan adalah memahami kembali manfaat produk tersebut, mengenali masalah yang bisa diselesaikan, lalu mencari kelompok orang yang benar-benar membutuhkan solusi itu.
Semakin spesifik target market yang dipilih, semakin mudah Anda menentukan cara berkomunikasi, membuat konten, memilih media promosi, hingga menyusun penawaran yang menarik. Sebaliknya, jika Anda mencoba menjangkau semua orang, pesan pemasaran justru menjadi terlalu umum dan sulit menarik perhatian calon pelanggan.
Perlu diingat juga bahwa target market bukan sesuatu yang ditentukan sekali untuk selamanya. Seiring bisnis berjalan, Anda akan memperoleh banyak masukan dari pelanggan. Dari situlah Anda bisa terus mengevaluasi, memperbaiki, dan menemukan segmen pasar yang paling sesuai dengan produk yang dimiliki.
Pada akhirnya, bisnis yang berkembang bukan selalu yang memiliki produk paling hebat, tetapi yang paling memahami siapa pelanggannya dan bagaimana membantu mereka menyelesaikan masalah.
Anda tidak perlu langsung mengganti produk. Mulailah dengan mengidentifikasi manfaat utama produk, kemudian cari kelompok orang yang paling membutuhkan manfaat tersebut. Pendekatan ini membantu menemukan target market yang lebih tepat.
Tidak. Satu produk bisa digunakan oleh beberapa kelompok pelanggan. Namun, sebaiknya fokus terlebih dahulu pada segmen yang paling membutuhkan dan memiliki peluang membeli paling tinggi sebelum memperluas pasar.
Karena setiap kelompok pelanggan memiliki kebutuhan dan alasan membeli yang berbeda. Jika target terlalu luas, pesan pemasaran menjadi kurang fokus sehingga lebih sulit menarik perhatian calon pelanggan.
Lakukan pengujian. Tawarkan produk kepada beberapa kelompok calon pelanggan, amati respons mereka, lalu evaluasi siapa yang paling sering membeli atau menunjukkan ketertarikan. Data dari lapangan biasanya lebih akurat daripada sekadar asumsi.
Bisa. Seiring perkembangan bisnis, Anda mungkin menemukan segmen pelanggan baru yang lebih sesuai atau lebih menguntungkan. Karena itu, target market perlu dievaluasi secara berkala agar strategi pemasaran tetap relevan.
Artikel
Islam, sebagai agama yang komprehensif, mengatur segala aspek kehidupan umat muslim, termasuk dalam hal berwirausaha. Bagi para pengusaha muslim, menjalankan usaha berkah sesuai dengan prinsip-prinsip...
Latifah Ayu Kusuma
09 Jan 2024
Pekerjaan riba atau usaha yang melibatkan praktik riba menjadi perhatian serius dalam Islam. Pada saat ini, banyak yang terlibat dalam pekerjaan yang dapat dianggap melibatkan riba tanpa menyadarinya....
Latifah Ayu Kusuma
06 Jan 2024
Dalam era digital yang terus berkembang, kebutuhan akan desain grafis telah menjadi semakin penting. Baik itu untuk keperluan bisnis, pribadi, atau pendidikan, desain yang menarik dapat membuat pesan...
Latifah Ayu Kusuma
05 Jan 2024
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan