Artikel
Yudha Adhyaksa
06 Nov 2025
Terus bagaimana dengan aset yg dimiliki dari hasil pinjaman riba tsb, apakah di jual atau di sedekahkan, mohon penjelasannya?
Jawaban Asatidz beragam dan saya mengambil pendapat yaitu harta yang diterima sebelum bertaubat menjadi miliknya.
Tidak perlu disedekahkan untuk kepentingan umum atau didonasikan untuk sosial. Di zaman nabi, tidak ada perintah untuk memiskinkan diri dengan menjual hartanya sebelum bertaubat. Mereka tetap diizinkan memilikinya.
Bertaubat dari riba bukan hanya tentang meninggalkan transaksi ribawi, tetapi juga memahami bagaimana menyikapi harta dan aset yang telah dimiliki sebelumnya. Di SekolahUMKM.com, Anda dapat mempelajari fikih muamalah, prinsip transaksi bebas riba, serta cara menerapkan keuangan dan bisnis sesuai syariah. Biayanya hanya Rp50.000/bulan.
Menurut pendapat yang digunakan dalam artikel ini, harta yang diperoleh sebelum seseorang bertaubat tetap menjadi miliknya. Karena itu, seseorang tidak perlu menjual seluruh aset atau menyedekahkannya hanya karena aset tersebut diperoleh sebelum dirinya bertaubat dari transaksi riba.
Taubat lebih diarahkan pada meninggalkan praktik riba dan memperbaiki cara memperoleh serta mengelola harta setelahnya. Dengan demikian, seseorang dapat menjalani proses hijrah tanpa harus memiskinkan dirinya dengan menjual seluruh aset yang telah dimiliki.
Menurut pendapat yang digunakan dalam artikel ini, tidak harus dijual. Harta yang telah diterima sebelum seseorang bertaubat tetap menjadi miliknya.
Menurut pendapat yang dijelaskan dalam artikel ini, tidak ada kewajiban untuk menyedekahkan atau mendonasikan seluruh aset tersebut setelah bertaubat.
Tidak. Taubat dari riba tidak berarti seseorang harus menjual seluruh harta yang dimilikinya. Dalam artikel ini dijelaskan bahwa pada zaman Nabi tidak ada perintah untuk memiskinkan diri dengan menjual harta sebelum bertaubat.
Hal utama yang perlu diperbaiki adalah cara memperoleh dan melakukan transaksi keuangan setelah bertaubat. Praktik riba ditinggalkan dan aktivitas keuangan selanjutnya diarahkan kepada transaksi yang sesuai dengan prinsip syariah.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
Pernah ngerasa kayak gini nggak… Sudah capek produksi. Sudah upload produk tiap hari. Sudah ikut tren. Sudah coba jualan di marketplace, Instagram, bahkan WhatsApp. Tapi hasilnya? S...
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
Biaya Usaha Mahal, Godaan Jalan Murah Selalu Datang Kalau sudah mulai usaha, satu hal yang pasti terasa: biaya operasional. Listrik naik. Air jalan terus. BBM makin mahal. Apalagi untuk usa...
Yudha Adhyaksa
18 Aug 2026
Pernah ngerasa begini? Omset ada. Bahkan kadang lumayan. Tapi di akhir bulan… uangnya kayak hilang entah ke mana. Stok nambah, capek kerja tiap hari, orderan jalan terus. Tapi pas ditanya...
Yudha Adhyaksa
18 Aug 2026
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan