Artikel
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
Pernah ngerasa kayak gini nggak…
Sudah capek produksi.
Sudah upload produk tiap hari.
Sudah ikut tren.
Sudah coba jualan di marketplace, Instagram, bahkan WhatsApp.
Tapi hasilnya?
Sepi.
Kalau ada yang beli, ya satu dua.
Itu pun seringnya cuma sekali, habis itu hilang.
Nggak repeat.
Nggak jadi pelanggan tetap.
Akhirnya mulai muncul pertanyaan:
Padahal… seringnya bukan itu masalahnya.
Masalah utamanya ada di satu hal yang jarang disadari:
cara pemasaran yang belum tepat.
Banyak pelaku UMKM itu jago di:
Tapi lemah di satu sisi:
mengkomunikasikan produk ke pasar.
Akhirnya terjadi hal seperti ini:
Produk bagus → tapi nggak laku
Produk biasa → tapi laris
Kenapa?
Karena yang satu “terlihat”…
yang satu “nggak kelihatan”.
Banyak yang mikir:
“Yang penting saya posting tiap hari.”
Padahal kalau isi postingannya cuma:
Itu bukan pemasaran.
Itu cuma pengumuman.
Dan jujur saja…
Orang tidak terlalu peduli dengan pengumuman.
Pemasaran itu bukan sekadar jualan.
Pemasaran itu proses:
membawa orang dari tidak tahu → jadi tertarik → jadi percaya → akhirnya beli → lalu beli lagi.
Kalau kamu cuma fokus di “jual”,
kamu melewatkan proses penting sebelumnya.
Mindset lama:
Mindset baru:
Ini pondasi dari semuanya.
Tapi sering banget dilewatkan.
Banyak orang bilang:
“Target saya semua orang.”
Ini justru bikin kamu gagal.
Karena:
Kalau semua orang jadi target…
maka tidak ada yang benar-benar kamu sasar.
Contoh Sederhana
Jualan kopi:
Kalau kamu campur semua…
Hasilnya jadi nggak jelas.
Cara Praktis Menentukan Market
Tanya ini:
Semakin jelas jawabannya…
Semakin mudah kamu menjual.
Ini kesalahan klasik.
Banyak UMKM menjelaskan produk seperti ini:
Padahal yang dipikirkan pembeli adalah:
“Ini buat saya apa?”
Contoh Perbandingan
❌ “Tas kulit asli ukuran 30 cm”
✔ “Tas yang bikin kamu terlihat lebih rapi dan profesional”
❌ “Snack 250 gram”
✔ “Cemilan yang bikin santai kamu lebih enak tanpa ribet”
Kenapa Ini Penting?
Karena:
Orang tidak beli barang.
Orang beli perasaan dan hasil.
Di dunia online…
Konten adalah cara kamu “berbicara”.
Tanpa konten yang tepat:
Jenis Konten yang Efektif
Contoh Praktis
Jual skincare:
Jangan ikut-ikutan.
Teman pakai TikTok → ikut
Teman pakai Instagram → ikut
Padahal belum tentu cocok.
Contoh Real
Kalau salah channel:
Ini yang sering tidak dipahami.
Orang tidak langsung beli.
Mereka butuh proses.
Alur Sederhana
Kalau kamu cuma fokus di:
“Beli sekarang!”
Padahal orang masih di tahap 1–2…
Ya mereka kabur.
Ini sering dilupakan.
Padahal:
pelanggan lama jauh lebih murah daripada cari pelanggan baru.
Cara Sederhana
Contoh
Laundry:
Hasil:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Orang belum paham… sudah disuruh beli.
Hari ini aktif… besok hilang.
Semua dianggap target.
Padahal marketing itu trial & error.
Murah terus… capek sendiri.
Pemasaran itu bukan soal:
Tapi:
siapa yang paling jelas menjelaskan value.
Di dunia UMKM:
Yang menang bukan selalu yang produknya terbaik.
Tapi yang:
Kalau kamu bingung mulai dari mana, lakukan ini:
Tidak perlu sempurna.
Yang penting:
jalan dulu.
Kalau kamu sekarang merasa:
itu normal.
Semua pelaku UMKM pernah di fase itu.
Yang penting:
jangan berhenti.
Karena seringkali…
Yang membedakan yang berhasil dan tidak
bukan di bakat…
tapi di konsistensi dan cara belajar.
Kalau kamu ingin belajar lebih dalam soal:
kamu nggak harus jalan sendiri.
Di SekolahUMKM.com, kamu bisa:
Biayanya juga ringan, sekitar 50 ribu per bulan.
Nggak harus langsung jago.
Yang penting:
kamu punya arah,
terus belajar,
dan bisnis kamu pelan-pelan mulai naik.
Pemasaran UMKM adalah proses mengenalkan produk kepada target pasar, membangun ketertarikan dan kepercayaan, mendorong pembelian, serta menjaga hubungan agar pelanggan mau membeli kembali.
Tidak selalu. Produk yang bagus tetap perlu dipasarkan dengan cara yang tepat agar calon pelanggan mengetahui, memahami manfaat, dan mempercayainya.
Mulailah dengan menentukan siapa yang paling membutuhkan produk kamu. Pertimbangkan usia, kebutuhan, masalah yang dihadapi, serta tempat mereka biasa mencari informasi atau berinteraksi.
Jualan berfokus pada terjadinya transaksi. Pemasaran mencakup proses yang lebih luas, mulai dari membuat orang mengenal produk, tertarik, percaya, membeli, hingga membeli kembali.
Tidak. Lebih baik memilih channel yang paling sesuai dengan target pasar dan mengelolanya secara konsisten daripada aktif di banyak platform tetapi tidak efektif.
Konten dapat membantu calon pelanggan mengenal masalah, memahami solusi, mengetahui manfaat produk, dan membangun kepercayaan sebelum mereka memutuskan untuk membeli.
Berikan produk dan pelayanan yang baik, lakukan follow up, bangun hubungan dengan pelanggan, dan berikan alasan bagi mereka untuk kembali membeli.
Tidak. Pemasaran tidak harus bergantung pada harga murah. UMKM juga dapat menonjolkan manfaat, kualitas, pelayanan, pengalaman pelanggan, atau value yang membedakan produknya.
Jangan langsung menambah frekuensi posting. Evaluasi terlebih dahulu target pasar, pesan yang disampaikan, manfaat produk, channel yang digunakan, kualitas konten, dan proses dari calon pelanggan sampai pembelian.
Artikel
Apa Itu UMKM? UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yaitu kelompok usaha yang memiliki skala usaha tertentu dan menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia....
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
Tahukah Anda, owner "HAUS" member SekolahUMKM? Ini kisahnya! 🌱 INSPIRASI BISNIS HARI INI Dengan lebih dari 200 cabang yang tersebar di belasan kota besar Indonesia, jaringan minuman...
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
“Produk sudah bagus, tapi kenapa orang tetap nggak jadi beli?” Ini situasi yang sangat umum. Kamu sudah: Pilih bahan terbaik Jaga kualitas Tentukan harga yang kompetitif...
Yudha Adhyaksa
19 Aug 2026
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan