Artikel
Yudha Adhyaksa
14 Aug 2026
Mendapatkan banyak prospek merupakan salah satu tantangan dalam menjalankan bisnis online. Banyak pelaku usaha masih mengandalkan teman, keluarga, atau orang-orang yang sudah dikenal sebagai calon pelanggan.
Masalahnya, ketika lingkaran tersebut sudah terbatas, dari mana calon pelanggan berikutnya akan datang?
Digital marketing dapat membantu bisnis menjangkau lebih banyak orang. Namun, banyak strategi digital marketing tidak berjalan optimal karena target market, konten, dan penawarannya dicampur menjadi satu.
Akibatnya, orang yang datang ke akun media sosial atau website Anda justru bingung.
Sebenarnya bisnis ini menawarkan apa dan ditujukan untuk siapa?
Karena itu, salah satu dasar penting dalam digital marketing adalah memahami bahwa target market yang berbeda membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mencoba menjual semua produk kepada semua orang melalui satu pesan yang sama.
Misalnya, dalam satu akun media sosial terdapat:
Foto pribadi
Promosi berbagai produk
Tips yang tidak saling berhubungan
Informasi bisnis
Penawaran produk
Berbagai ajakan yang berbeda
Akibatnya, orang yang baru datang tidak langsung memahami fokus akun tersebut.
Jika audiens harus berpikir terlalu lama untuk memahami apa yang Anda tawarkan, strategi pemasaran akan menjadi kurang efektif.
Karena itu, sebelum membuat konten, tentukan terlebih dahulu:
Siapa target market Anda?
Apa masalah yang mereka hadapi?
Produk atau solusi apa yang relevan?
Konten apa yang ingin mereka lihat?
Semakin jelas target market, semakin mudah Anda membuat strategi pemasaran.
Dalam bisnis online, Anda mungkin memiliki lebih dari satu jenis produk atau penawaran.
Misalnya:
Produk kesehatan
Produk kecantikan
Produk fashion
Jasa
Produk digital
Program atau kelas bisnis
Setiap produk belum tentu memiliki target market yang sama.
Orang yang mencari produk kecantikan belum tentu tertarik dengan produk kesehatan. Demikian pula, orang yang mencari produk untuk kebutuhan pribadi belum tentu tertarik dengan konten tentang bisnis.
Memang mungkin terdapat irisan di antara beberapa target market. Namun, irisan tersebut tidak berarti semua orang memiliki kebutuhan yang sama.
Karena itu, Anda perlu menentukan fokus terlebih dahulu.
Jangan mencoba menarik semua orang sekaligus.
Setelah menentukan target market, buat konten yang relevan dengan masalah dan kebutuhan mereka.
Pada tahap awal, konten dapat berfungsi untuk membangun:
Awareness
Kepercayaan
Minat
Pemahaman
Misalnya, jika Anda menjual produk yang berkaitan dengan kesehatan, konten dapat membahas masalah dan edukasi dasar yang relevan dengan target tersebut.
Tujuannya bukan langsung menjual setiap saat.
Tujuannya adalah membuat orang yang tepat memahami bahwa akun atau bisnis Anda membahas masalah yang relevan bagi mereka.
Ketika seseorang datang ke akun Anda, mereka seharusnya dapat segera memahami:
“Oh, akun ini membahas hal yang saya butuhkan.”
Semakin jelas positioning konten Anda, semakin mudah menarik audiens yang sesuai.
Konten media sosial tidak harus menjelaskan semuanya sekaligus.
Konten dapat digunakan untuk menarik perhatian dan membangun minat. Setelah itu, orang yang tertarik dapat diarahkan ke funnel yang telah Anda siapkan.
Misalnya:
Konten → Link → Landing page/WhatsApp → Edukasi lebih lanjut → Penawaran
Di dalam funnel, Anda dapat memberikan informasi yang lebih mendalam dan lebih actionable.
Artinya, audiens tidak hanya mendapatkan teori atau informasi umum, tetapi mulai memahami apa yang perlu dilakukan selanjutnya.
Misalnya:
Apa langkah pertama?
Apa yang perlu dipersiapkan?
Bagaimana cara menggunakan produk?
Bagaimana menyelesaikan masalah tertentu?
Materi sumber menekankan bahwa konten awal dapat berisi awareness, tips, dan edukasi, sedangkan di dalam funnel audiens dapat diberikan edukasi yang lebih detail dan actionable.
Ini adalah salah satu kesalahan yang perlu dihindari.
Jika Anda memiliki dua target market dengan kebutuhan berbeda, jangan otomatis memasukkan keduanya ke dalam satu funnel.
Misalnya:
Targetnya adalah orang yang memiliki masalah atau kebutuhan tertentu.
Kontennya dapat berisi:
Awareness
Tips
Edukasi
Solusi terhadap masalah
Tujuannya adalah membawa mereka memahami solusi dan mempertimbangkan produk atau layanan yang Anda tawarkan.
Targetnya berbeda.
Mereka mungkin tertarik untuk:
Memulai bisnis
Mencari ide usaha
Belajar pemasaran
Mendapatkan pelanggan
Mengembangkan bisnis yang sudah berjalan
Karena targetnya berbeda, kontennya juga harus berbeda.
Materi sumber secara jelas menjelaskan adanya dua target market dan dua funnel yang berbeda, serta mengingatkan bahwa mencampurkan funnel dapat membuat audiens bingung.
Bayangkan seseorang membuka akun Instagram Anda.
Dalam beberapa detik, mereka seharusnya memahami:
Apa yang Anda bahas?
Siapa yang Anda bantu?
Masalah apa yang dapat Anda selesaikan?
Jika dalam satu akun semuanya bercampur, audiens akan sulit memahami alasan mereka perlu mengikuti atau membeli dari Anda.
Materi sumber juga menekankan pentingnya membuat media dan pesan yang spesifik sesuai market. Ketika terlalu banyak hal dicampurkan, orang dapat menjadi bingung mengenai fokus akun tersebut.
Karena itu, usahakan pesan utama tetap jelas.
Anda tidak harus menjelaskan seluruh bisnis dalam satu konten.
Fokuslah pada satu masalah dan satu target yang ingin Anda tarik.
Konten awal dapat memberikan tips sederhana.
Namun, setelah seseorang masuk ke funnel, Anda dapat memberikan panduan yang lebih detail.
Misalnya, bukan hanya mengatakan:
“Anda harus mencari banyak pelanggan.”
Tetapi membantu mereka memahami:
Bagaimana menentukan target pelanggan
Bagaimana membuat daftar prospek
Konten apa yang dapat dibuat
Langkah apa yang harus dilakukan terlebih dahulu
Materi sumber menekankan bahwa setelah target market masuk ke dalam funnel, edukasi dapat dibuat lebih detail dan actionable.
Semakin jelas langkah yang Anda berikan, semakin mudah audiens memahami apa yang harus dilakukan.
Misalnya, Anda dapat membuat panduan bertahap:
Hari pertama: Tentukan target market.
Hari kedua: Buat konten pertama.
Hari ketiga: Siapkan halaman atau link untuk mengumpulkan prospek.
Pendekatan seperti ini membuat proses terasa lebih mudah dipahami dibandingkan hanya memberikan teori.
Materi sumber juga mencontohkan pentingnya memberikan action plan yang jelas agar audiens tidak memiliki terlalu banyak pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Jika Anda masih pemula dalam digital marketing, jangan mencoba membangun terlalu banyak sistem sekaligus.
Memiliki beberapa target market dan beberapa funnel memang memungkinkan. Namun, semuanya membutuhkan waktu dan konsistensi.
Karena itu, fokuslah terlebih dahulu membangun satu funnel.
Pastikan seluruh prosesnya berjalan:
Konten → Audiens → Funnel → Edukasi → Prospek → Penawaran
Setelah satu sistem selesai dan mulai berjalan, Anda dapat mengembangkan funnel berikutnya.
Jangan terlalu sering berpindah strategi sebelum strategi pertama benar-benar dijalankan.
Materi sumber menyarankan pemula untuk membangun satu funnel terlebih dahulu hingga selesai sebelum mengembangkan funnel lainnya.
Mendapatkan banyak prospek dalam bisnis online bukan hanya soal membuat sebanyak mungkin konten.
Yang lebih penting adalah memahami siapa yang ingin Anda tarik.
Setiap target market dapat memiliki:
Masalah yang berbeda
Kebutuhan yang berbeda
Konten yang berbeda
Pesan yang berbeda
Funnel yang berbeda
Karena itu, jangan mencampurkan semuanya dalam satu strategi.
Tentukan target market terlebih dahulu. Buat konten yang relevan. Arahkan audiens ke funnel yang sesuai. Setelah itu, berikan edukasi dan panduan yang semakin actionable.
Dengan strategi yang lebih terarah, digital marketing tidak hanya menjadi aktivitas membuat konten, tetapi dapat menjadi sistem untuk menarik dan mengelola prospek secara lebih terstruktur.
Membangun bisnis online membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan membuat konten. Anda juga perlu memahami pemasaran, produk, penjualan, permodalan, operasional, hingga strategi mengembangkan bisnis.
Di SekolahUMKM.com, Anda dapat belajar berbagai materi bisnis secara lebih lengkap.
Dengan Rp50.000 per bulan, Anda mendapatkan akses ke ratusan kelas serta ribuan materi bisnis yang dapat dipelajari sesuai kebutuhan.
Belajar bisnis lebih lengkap, praktis, dan terjangkau di SekolahUMKM.com.
Digital marketing dapat membantu Anda mendapatkan lebih banyak prospek, tetapi strategi yang efektif harus dimulai dari target market yang jelas.
Jangan mencoba berbicara kepada semua orang dengan pesan yang sama. Kenali siapa yang ingin Anda bantu, pahami masalah mereka, buat konten yang relevan, lalu arahkan mereka ke funnel yang sesuai.
Mulailah dari satu strategi terlebih dahulu. Bangun sampai prosesnya berjalan, kemudian kembangkan strategi berikutnya.
Dengan pendekatan yang lebih fokus dan terstruktur, Anda dapat membangun sistem digital marketing yang lebih mudah dipahami oleh audiens dan lebih terarah dalam menghasilkan prospek.
Prospek adalah orang yang berpotensi menjadi pelanggan atau tertarik terhadap produk, layanan, maupun penawaran yang Anda miliki.
Mulailah dengan menentukan target market, membuat konten yang relevan dengan kebutuhan mereka, lalu mengarahkan audiens ke funnel yang dapat memberikan edukasi atau informasi lebih lanjut.
Karena setiap target market dapat memiliki masalah dan kebutuhan yang berbeda. Target yang jelas membantu Anda membuat pesan, konten, dan penawaran yang lebih relevan.
Tidak selalu. Jika target market dan kebutuhannya berbeda, materi sumber menyarankan agar pendekatan dan funnel dibuat berbeda agar audiens tidak bingung.
Funnel adalah alur yang mengarahkan audiens dari tahap awal, seperti melihat konten, menuju tahap berikutnya, seperti mendapatkan edukasi, menjadi prospek, hingga menerima penawaran.
Tidak. Sebaiknya fokus membangun satu funnel hingga selesai dan berjalan terlebih dahulu. Setelah itu, Anda dapat mengembangkan funnel untuk target market lainnya.
Anda dapat belajar berbagai materi tentang bisnis, pemasaran, produk, permodalan, dan operasional melalui SekolahUMKM.com dengan akses ratusan kelas dan ribuan materi hanya Rp50.000 per bulan.
Artikel
Toyota adalah salah satu pabrikan otomotif Jepang paling terkenal di dunia. Perusahaan ini bukan hanya dikenal karena produknya yang tangguh dan hemat bahan bakar, tetapi juga karena sistem manajemenn...
Yudha Adhyaksa
17 Aug 2026
Pernah nggak ngerasa sudah capek promosi, sudah dapat pembeli, tapi mereka cuma beli sekali terus hilang? Atau ada pelanggan yang tiba-tiba komplain panjang lebar di WhatsApp, tapi kamu bingung harus...
Yudha Adhyaksa
17 Aug 2026
Pernah ngalamin ini? Chat WhatsApp penuh banget. Banyak nomor masuk tiap hari. Ada yang tanya harga, ada yang sudah beli, ada juga yang cuma nanya tapi tidak jadi. Tapi pas kamu butuh follow up:...
Yudha Adhyaksa
17 Aug 2026
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan