background

Artikel

Riba Pada Emas Dan Perak, Jauhi Ya!

Yudha Adhyaksa

22 Nov 2024

Cover

Emas dan perak adalah barang ribawi dan termasuk Kelompok 1 pada jenis riba kedua.

3 Kondisi saat bertransaksi dengan barang ribawi

Ini berlaku untuk jual beli dan barter. Masing-masing punya aturan berbeda. Kenali semuanya agar Anda aman dari jebakan riba dan uang hasil transaksi pun menjadi halal.

KONDISI 1: JIKA EMAS ATAU PERAK DITUKAR DENGAN SESAMA EMAS ATAU PERAK

Contoh : menukar emas dengan emas, menukar perak dengan perak

Aturan 1: Harus memenuhi 2 syarat yaitu,

  1. Jumlah (kuantitas) keduanya harus sama
  2. Serah terima kedua barang harus tunai (bersamaan) saat akad

Jika jumlahnya tidak sama maka menjadi RIBA FADHL, sedangkan jika waktunya tidak bersamaan maka menjadi RIBA NASIAH.

Contoh riba:

  • Tukar tambah perhiasan emas model lama 20 gr dengan model baru 15 gr di Toko Emas. Ada selisih di jumlahnya, maka 5 gr nya menjadi riba Fadhl.
  • Menukar emas 22 karat dengan emas 24 karat. Emas 22 karat diserahkan hari Senin tapi emas 24 karat baru diberikan hari Selasa. Penundaan diluar waktu akad menjadi riba Nasiah.  

Perlu diingat bahwa syariah hanya mengharuskan jumlah kedua barang harus sama. Apabila ada perbedaan kualitas (misal perbedaan karat) barang, hal ini diabaikan.

KONDISI 2: Jual Beli Emas / Perak Dengan Rupiah

Aturan 2: Harus memenuhi 1 syarat saja yaitu serah terima kedua barang harus tunai (bersamaan) seluruhnya saat transaksi, tidak boleh dicicil.

Maksudnya tunai adalah serah terima kedua barang harus bersamaan saat transaksi. Tidak boleh dicicil karena menyebabkan tertunda dan menjadi RIBA NASIAH.

Contoh riba:

  • Pak Diono membeli emas 10 kg dari toko emas dengan mencicil 3 bulan. Berarti emas sudah diterima tetapi pelunasannya 3 bulan lagi. Penundaan ini termasuk riba Nasiah.
  • Pak Yudi di Jogja membeli perhiasan emas dari toko online senilai Rp. 10.000.000. Uang telah dibayar lunas tetapi barangnya baru diterima 3 hari kemudian karena dikirim dari Jakarta.

Tidak dibolehnya pembelian emas dari internet menurut Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid,

“Aku merasa pembelian emas melalui internet tidak memenuhi syarat yadan bi yadin (tunai) karena setelah emas tersebut dibeli dengan mentransfer sejumlah uang, emas tersebut barulah dikirim setelah beberapa waktu. Jika demikian, hukum jual beli emas seperti ini adalah haram.” (Fatawa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 34325)

KONDISI 3: Jika Emas / Perak Ditukar Dengan Barang Lain  

Contoh : Barter emas dengan beras, membeli mobil dengan emas

Aturan 3: Tidak ada aturan secara syariat.

Kita diperbolehkan melakukan jual beli atau barter dengan kondisi:

  • Jumlah kedua barang sama atau tidak sama.
  • Pembayaran tunai atau tidak tunai (di kredit).
  • Penyerahan barang bersamaan atau tidak bersamaan.

Contoh dibawah ini bukan termasuk transaksi riba:

  • Diketahui harga emas 1 gr = Rp. 700.000 dan harga beras 1 kg = Rp. 10.000. Pak Arya lalu menukar emas 10 gr dengan beras 700 kg.
  • Pak Lukman menukar emasnya 200 gr dengan mobil senilai Rp. 140.000.000.

SekolahUMKM.com

 

Belajar juga

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Apa Itu Kaizen Toyota dan Cara Menerapkannya dalam Bisnis UKM?

Toyota adalah salah satu pabrikan otomotif Jepang paling terkenal di dunia. Perusahaan ini bukan hanya dikenal karena produknya yang tangguh dan hemat bahan bakar, tetapi juga karena sistem manajemenn...

Yudha Adhyaksa

17 Aug 2026

Thumbnail
Customer Service: Cara Mengelola Pelanggan UMKM Biar Nggak Kabur dan Jadi Langganan

Pernah nggak ngerasa sudah capek promosi, sudah dapat pembeli, tapi mereka cuma beli sekali terus hilang? Atau ada pelanggan yang tiba-tiba komplain panjang lebar di WhatsApp, tapi kamu bingung harus...

Yudha Adhyaksa

17 Aug 2026

Thumbnail
Kontak WhatsApp: Cara Mengelola Database Pelanggan UMKM Biar Tidak Berantakan dan Mudah Closing

Pernah ngalamin ini? Chat WhatsApp penuh banget. Banyak nomor masuk tiap hari. Ada yang tanya harga, ada yang sudah beli, ada juga yang cuma nanya tapi tidak jadi. Tapi pas kamu butuh follow up:...

Yudha Adhyaksa

17 Aug 2026

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image