background

Artikel

Proyek Properti Kecil Itu Minimal Berapa Kavling?

Yudha Adhyaksa

08 Nov 2025

Cover

TANYA PROPERTI

Apakah ada jumlah minimal suatu proyek dikatakan proyek kecil? Sebagai contoh, luasan 1 Ha, dibuat ukuran 30/50, terbentuk 140 kavling. Apakah cukup fasum minimal, ataukah perlu ditambahkan play ground, musholla, pemakaman, lapangan olahraga dll?

COACH YUDHA ADHYAKSA

Sebetulnya tidak ada definisi kecil besar suatu proyek karena setiap Developer berbeda2.

Tapi bagi saya menggolongkan proyek kecil itu yang izin perorangan, maksimal 5 kavling antara 500 m2 - 1.000 m2

Dan proyek menengah antara 1.000 m2 - 1 ha

Proyek besar diatas 1 ha

Dan utk perencanaan fasum, prinsipnya bangunlah fasum yang bisa bikin proyek laku cepat. 

Minimal sekali spek materialnya standar, tidak rusak dibawah 5 tahun seperti tembok keliling, jalan, main gate, dan ini sudah cocok utk 1 ha. Biasanya lebar jalan 6 m saja sudah membuat calon buyer terpesona, jadi tidak perlu muluk2 kecuali perumahan mewah, baru ditambah pohon2 palem bernilai 1.5 juta/pohon kecil, lapangan olahraga dan play ground

Ada baiknya diskusi sama arsitek, namun perlu diingatkan harga per unitnya, karena kreativitas arsitek kadang liar dan materialnya susah didapat/mahal sehingga tidak masuk HPP nya buat perumahan harga standar. Kalau mau ditambah mushola lebih bagus, lebih baik lagi dapat dana hibah dari Saudi lewat LSM. Playground masih masuk utk perumahan standar

Semoga membantu perencanaannya ya

Pelajari Strategi Perencanaan Proyek Properti Syariah di SekolahUMKM.com

Merencanakan proyek properti tidak cukup hanya menentukan jumlah kavling, tetapi juga perlu mempertimbangkan perizinan, HPP, fasilitas umum, spesifikasi bangunan, dan daya tarik bagi calon pembeli. Di SekolahUMKM.com, Anda dapat mempelajari strategi perencanaan dan pengelolaan proyek developer properti syariah agar keputusan pembangunan tetap menarik bagi pasar sekaligus masuk secara finansial. Biayanya hanya Rp50.000/bulan.

Kesimpulan

Tidak ada ukuran baku yang menentukan sebuah proyek properti disebut kecil, menengah, atau besar karena setiap developer dapat memiliki pengelompokan yang berbeda. Dalam penjelasan artikel ini, proyek kecil adalah proyek dengan izin perorangan dan maksimal lima kavling, proyek menengah berada pada kisaran 1.000 m² hingga 1 ha, sedangkan proyek besar berada di atas 1 ha.

Untuk proyek 1 ha dengan sekitar 140 kavling, fasilitas umum sebaiknya dirancang berdasarkan kebutuhan pasar dan kemampuan HPP. Fasilitas dasar dengan spesifikasi yang baik sudah dapat menjadi daya tarik, sedangkan fasilitas tambahan seperti playground, lapangan olahraga, atau mushola dapat dipertimbangkan jika sesuai dengan target pasar dan kemampuan biaya proyek.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Apakah ada ukuran baku untuk menentukan proyek properti kecil atau besar?

Tidak ada definisi tunggal yang berlaku untuk semua developer. Dalam artikel ini, pengelompokan yang digunakan adalah proyek kecil maksimal lima kavling, proyek menengah antara 1.000 m² hingga 1 ha, dan proyek besar di atas 1 ha.

Apakah proyek perumahan 1 ha wajib memiliki banyak fasilitas umum?

Fasilitas umum perlu direncanakan sesuai kebutuhan proyek, ketentuan yang berlaku, dan target pasar. Tidak semua fasilitas harus dibuat secara berlebihan. Prinsip yang disampaikan dalam artikel adalah membangun fasilitas yang dapat membantu proyek lebih mudah dipasarkan.

Fasilitas apa yang dapat menjadi daya tarik untuk perumahan standar?

Fasilitas dasar seperti jalan, main gate, dan tembok keliling dengan spesifikasi material yang baik dapat menjadi daya tarik. Playground juga dapat dipertimbangkan untuk perumahan standar, sedangkan fasilitas seperti lapangan olahraga dan elemen lanskap yang lebih mahal dapat disesuaikan dengan segmen perumahan.

Mengapa developer perlu mempertimbangkan HPP ketika merancang fasilitas?

Fasilitas yang terlalu mahal atau menggunakan material yang sulit diperoleh dapat meningkatkan biaya pembangunan dan membuat harga jual tidak sesuai dengan target pasar. Karena itu, kreativitas desain perlu tetap disesuaikan dengan HPP dan harga jual per unit.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Menjual Barang Sebelum Dimiliki: Hukum Jual Beli dalam Islam yang Wajib Dipahami UMKM

Perkembangan marketplace, media sosial, dan bisnis online membuat siapa pun dapat mulai berjualan tanpa harus memiliki toko fisik maupun stok barang sendiri. Bahkan, banyak orang memperoleh keuntungan...

Yudha Adhyaksa

23 Jul 2026

Thumbnail
Proses Produksi Halal UMKM: Cara Menghindari Suap, Kecurangan, dan Pemalsuan Merek

Memiliki produk yang halal bukan hanya soal memastikan bahan bakunya sesuai syariat. Dalam Islam, proses produksi halal mencakup seluruh rangkaian kegiatan bisnis, mulai dari memperoleh bahan baku, pr...

Yudha Adhyaksa

22 Jul 2026

Thumbnail
Mindset Bisnis Syariah: Kenapa Hijrah Terasa Berat?

Semakin banyak pelaku UMKM yang mulai berusaha menjalankan bisnis sesuai syariat Islam. Ada yang mulai meninggalkan riba, memperbaiki akad, memilih produk yang halal, hingga berusaha lebih jujur dalam...

Yudha Adhyaksa

22 Jul 2026

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image