background

Artikel

Menjadi Penuntut Ilmu

Yudha Adhyaksa

12 Jul 2023

Cover

Menjadi penuntut ilmu setelah hijrah?

Setelah hijrah, Anda akan mempunyai waktu luang lebih banyak dan kebanyakan yang dilakukan orang hijrah adalah giat memperdalam agamanya.

Ini merupakan kegiatan yang mewah sewaktu kerja dulu mengingat waktu mengaji dibatasi kantor. Kini bebas pergi ke kajian siapapun dan dimanapun. 

Alhamdulillah, dengan banyaknya waktu biasanya mereka isi dengan kegiatan keagamaan antara lain:

Belajar Fiqh Ibadah secara mendalam

Meliputi kajian tentang shalat, zakat, puasa, haji, qurban, dan lainnya.

Belajar Fiqh Muamalah terkait bisnisnya

Membahas tentang hukum seputar transaksi sesama manusia terkait hartanya, antara lain akad jual beli, sewa (ijarah), pinjam meminjam. Ada juga yang tidak berkaitan dengan harta misal akad wakalah (mewakilkan), kafalah (penjaminan), wakaf, hibah, dan hadiah.
Apabila Anda seorang pengusaha hijrah, sangat penting sekali belajar Fiqh Muamalah khususnya terkait bisnisnya. Untuk tahu bagaimana permodalan yang syar’i, akad-akad yang dipakai dalam bertransaksi, akad kerjasama (syirkah) agar berada di koridor syar’i.

Les Tahsin dan Tahfidz

Kalau ingat dulu, sholat saja mepet waktu azan berikutnya. Baca Al Qur’an mungkin pas Ramadhan, dan bacaannya masih tahap Iqra. Hafalan suratnya pun tetap pendek, tidak nambah-nambah meski sudah tahunan atau bahkan puluhan tahun kerja.
Kini, ada yang mengambil les Tahsin untuk memperlancar bacaan, mengetahui hukum tajwid sampai Tahfidz (menghafal surat panjang). Tak lupa, anaknya juga diikutkan les tersebut.

Menyenangkan bukan kehidupan paska hijrah?

Belajar Fiqh Muamalah dan Bisnis Syariah di SekolahUMKM.com

Setelah memutuskan untuk hijrah, memperdalam ilmu agama dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan. Bagi seorang pengusaha, salah satu ilmu yang penting dipelajari adalah fiqh muamalah, karena berkaitan dengan berbagai aktivitas bisnis seperti jual beli, sewa-menyewa, pinjam-meminjam, akad kerja sama, hingga pengelolaan harta.

SekolahUMKM.com membantu Anda mempelajari ilmu bisnis secara lebih terarah, termasuk mindset, ide bisnis, produksi, marketing, permodalan, keuangan, dan SDM. Akses 500+ kelas hanya Rp50.000/bulan untuk menambah bekal ilmu dalam membangun dan mengembangkan usaha.

Kesimpulan

Hijrah dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas diri melalui proses belajar yang lebih terarah. Selain memperdalam fiqh ibadah dan Al-Qur'an, pengusaha Muslim juga perlu memperhatikan ilmu yang berkaitan langsung dengan aktivitas bisnisnya, terutama fiqh muamalah.

Dengan memahami akad, jual beli, kerja sama, sewa-menyewa, dan berbagai bentuk transaksi lainnya, pengusaha memiliki bekal yang lebih baik untuk mengambil keputusan dalam menjalankan usahanya. Ilmu agama dan ilmu bisnis dapat menjadi bekal penting agar perjalanan membangun usaha dilakukan dengan lebih sadar dan bertanggung jawab.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Apa itu fiqh muamalah?

Fiqh muamalah adalah ilmu yang membahas ketentuan syariah terkait hubungan dan transaksi antarmanusia, termasuk berbagai persoalan harta dan akad seperti jual beli, sewa, pinjam-meminjam, kerja sama, dan perwakilan.

Mengapa pengusaha Muslim perlu mempelajari fiqh muamalah?

Karena aktivitas bisnis melibatkan berbagai transaksi dan akad. Dengan mempelajari fiqh muamalah, pengusaha dapat lebih memahami prinsip yang perlu diperhatikan ketika melakukan transaksi dan membuat keputusan bisnis.

Apa saja fiqh muamalah yang penting dipelajari oleh pengusaha?

Pengusaha dapat mulai dari dasar-dasar jual beli, akad kerja sama atau syirkah, sewa-menyewa, utang-piutang, wakalah, serta berbagai bentuk transaksi dan pembiayaan yang digunakan dalam bisnis.

Apakah belajar fiqh ibadah saja sudah cukup bagi seorang pengusaha Muslim?

Fiqh ibadah penting untuk dipelajari, tetapi seorang pengusaha juga berhadapan dengan persoalan muamalah dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, mempelajari fiqh muamalah yang relevan dengan bisnis dapat membantu memahami aspek syariah dalam kegiatan usaha.

Bagaimana cara membagi waktu antara belajar agama dan mengembangkan bisnis?

Buat jadwal yang realistis dan konsisten. Tentukan waktu khusus untuk belajar agama, meningkatkan keterampilan bisnis, menjalankan operasional, dan beristirahat. Dengan pengaturan waktu yang baik, kegiatan belajar tidak harus mengorbankan tanggung jawab dalam menjalankan usaha.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Memilih Usaha Cara Menentukan Bisnis yang Cocok

Setelah Anda berniat berbisnis, biasanya timbul perasaan galau. “Bisnis apa ya yang cocok untuk saya?” Sebetulnya bisnis apapun cocok yang penting halal dan dijalankan. Jangan sampai...

Yudha Adhyaksa

26 Nov 2024

Thumbnail
Keluar dari Bank Riba Tanpa Restu Orang Tua

Kalau di kilas balik, pasti masih ada yang ingat ekspresi orang tua dulu saat tahu anaknya keterima kerja di Bank. Dulunya sering pakai kaos oblongan, sekarang kemeja berdasi yang bersih dan wangi...

Yudha Adhyaksa

26 Nov 2024

Thumbnail
Perizinan Developer 7 Kesalahan Fatal Harus Dihindari

Dalam bisnis Developer, Anda bisa dan bahkan dibolehkan membuat kesalahan apa saja agar Anda belajar mengatasi masalah. Salah harga jual. Salah proyeksi biaya. Salah negosiasi pembayaran tan...

Yudha Adhyaksa

24 Nov 2024

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image