background

Artikel

Konsumen Tidak Sanggup Mencicil Rumah Apa Solusinya?

Yudha Adhyaksa

19 Nov 2025

Cover

TANYA PROPERTI

Apa yang dilakukan jika konsumen sudah tidak sanggup mencicil lagi rumahnya?

COACH YUDHA ADHYAKSA

 Ada beberapa pendekatan sebelum menyimpulkan konsumen tidak sanggup mencicil rumahnya

Coba tawarkan dulu secara berurut

1. Bayar sesuai kemampuan, misal bulan ini 50% dulu atau bayar sesanggupnya misal 1 juta. Yang penting ada pembayaran, karena uang konsumen sekecil apapun diperlukan utk membangun fasum

2. Bayar berjenjang, misal 

- 6 bulan 6 juta

- 6 bulan berikutnya 9 juta

- 3 bulan berikutnya sampai jatuh tempo 15 juta

3. Jual asset yang lain, misal mobilnya. Meskipun tidak cukup, tapi biasanya setelah Developer meminta begini malah konsumen bayar karena tidak mau kehilangan mobilnya, berkurang kenyamanan bagi istri dan anaknya

4. Buat Standing Instruction, yaitu pembayaran otomatis dari Bank nya. Sebetulnya tidak terlalu berpengaruh, karena kalua tidak ada uang pun Bank tidak bisa mendebet. Tapi biasanya, setelah Developer meminta maka konsumen menurut dan pembayaran bulan berikutnya dipotong otomatis dari Bank. Yang jelas, setiap kesepakatan, perlu ditemani istrinya agar mengetahui, menyetujui dan siap menanggung konsekuensi kedepannya

5. Terakhir, jual rumahnya

- Jika laku lebih tinggi, kembalikan sisanya ke Pembeli

- Jika lakunya lebih kecil, menjadi utang baru dan bisa buat akad Istishna baru dengan nilai kekurangannya

- Selama rumah belum laku, Developer tidak mengembalikan uangnya. Tunggu dulu sampai pembayaran dari konsumen baru masuk, baru kembalikan uang konsumen lama setelah dipotong biaya2 seperti fee agen dan biaya operasional per bulan (yang terus berjalan selama rumahnya belum laku)

Semoga mencerahkan ya

Pelajari Strategi Menangani Konsumen Properti di SekolahUMKM.com

Menghadapi konsumen yang kesulitan mencicil membutuhkan solusi yang tetap menjaga hubungan baik sekaligus membantu cashflow proyek. Dengan Rp50.000/bulan, Anda dapat mempelajari strategi pengelolaan konsumen, pembayaran, dan penyelesaian masalah dalam bisnis properti di SekolahUMKM.com.

Kesimpulan

Menurut Coach Yudha, ketika konsumen tidak sanggup mencicil rumah, developer sebaiknya tidak langsung mengambil kesimpulan bahwa konsumen gagal membayar. Berikan beberapa alternatif secara bertahap, mulai dari membayar sesuai kemampuan, membuat pembayaran berjenjang, hingga menjual aset lain yang dimiliki konsumen.

Jika cara tersebut tetap tidak berhasil, developer dapat membuat Standing Instruction untuk pembayaran otomatis. Setiap kesepakatan sebaiknya juga melibatkan istri konsumen agar mengetahui, menyetujui, dan memahami konsekuensinya. Pilihan terakhir adalah menjual rumah tersebut. Jika hasil penjualan lebih tinggi, selisih dikembalikan kepada konsumen. Jika lebih rendah, kekurangannya dapat menjadi utang baru dan dibuat akad Istishna baru sesuai nilai kekurangan tersebut.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Apakah developer harus langsung membatalkan akad ketika konsumen tidak mampu membayar?

Tidak. Menurut Coach, developer sebaiknya menawarkan beberapa alternatif pembayaran terlebih dahulu sesuai kemampuan konsumen sebelum mengambil keputusan terakhir.

Apa yang dimaksud dengan pembayaran sesuai kemampuan?

Konsumen dapat membayar sebagian dari kewajiban bulanannya, misalnya 50% atau sejumlah yang mampu dibayarkan. Yang penting tetap ada pembayaran sehingga cashflow proyek tetap terbantu.

Mengapa pembayaran berjenjang bisa menjadi solusi?

Pembayaran berjenjang memberikan waktu kepada konsumen untuk menyesuaikan kemampuan finansialnya. Contohnya, pembayaran dapat dibuat lebih ringan pada periode awal kemudian meningkat secara bertahap sampai jatuh tempo.

Bagaimana jika konsumen tetap tidak mampu membayar?

Salah satu pilihan terakhir adalah menjual rumah tersebut. Jika rumah terjual lebih tinggi dari nilai yang menjadi hak konsumen, sisanya dikembalikan. Jika lebih rendah, kekurangannya dapat menjadi utang baru yang dibuatkan akad Istishna baru.

Kapan uang konsumen lama dikembalikan setelah rumah dijual?

Menurut Coach, selama rumah belum terjual, developer tidak mengembalikan uang konsumen. Setelah pembayaran dari konsumen baru diterima, barulah uang konsumen lama dikembalikan setelah dikurangi biaya yang telah dikeluarkan, seperti fee agen dan biaya operasional selama proses penjualan.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Apa Itu UMKM? Pengertian, Jenis, Kriteria, dan Contohnya

Apa Itu UMKM?  UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yaitu kelompok usaha yang memiliki skala usaha tertentu dan menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia....

Yudha Adhyaksa

19 Aug 2026

Thumbnail
Gufron Syarif: Dari Bankir hingga Membangun Bisnis HAUS!

Tahukah Anda, owner "HAUS" member SekolahUMKM? Ini kisahnya! Kisah Member SekolahUMKM: Gufron Syarif "HAUS" Dengan lebih dari 200 cabang yang tersebar di belasan kota be...

Yudha Adhyaksa

19 Aug 2026

Thumbnail
Irresistible Offer UMKM: Cara Membuat Penawaran Sulit Ditolak Pembeli

“Produk sudah bagus, tapi kenapa orang tetap nggak jadi beli?” Ini situasi yang sangat umum. Kamu sudah: Pilih bahan terbaik Jaga kualitas Tentukan harga yang kompetitif...

Yudha Adhyaksa

19 Aug 2026

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image