Artikel
Yudha Adhyaksa
27 Jan 2026
Ada pemilik tanah mempunyai 2 bidang tanah kavling dengan luas masing2 kavling 72m², harga jual kavling 110jt, jika di lakukan kerjasama untuk di bangun rumah, bagaimana cara bagi hasil yang sesuai, dan untuk penentuan harga rumah berapa nilai rumah idealnya? Karena lokasi kavling berada di kawasan rumah subsidi
Kalau harga tanahnya saja sudah 110 juta tidak masuk dijual seharga rumah subsidi ya.
Saran saya, biarkan proyek perumahan FLPP itu selesai dulu, jadi bisa menaikkan harga tanah mas Avu, dan unit mas tidak dijadikan perbandingan dengan FLPP oleh cabuy.
Jika tidak sabar menjual, bisa siapkan strategi disain minimalis, brosur yang lebih cantik dengan spek material standar sehingga harganya lebih tinggi dan bisa diterima cabuy.
Kalau mau kerjasama, karena jumlah hanya 2 unit, pakai syirkah Mudharabah saja yang sederhana, atau beli tempo 1 tahun dengan strategi kadal buntung, maksudnya mengorbankan sebagian tanah di harga murah supaya dapat cash dan melepaskan diri dari kesulitan cashflow.
Cara menentukan harga rumah begini
- Nilai total tanah + nilai total borongan rumah + profit 30% = harga jual rumah.
- Lalu bandingkan dengan kompetitor radius 5 KM, kalau bisa lebih rendah sedikit dari mereka agar cepat laku.
Semoga mencerahkan ☺️
Untuk UMKM properti, menentukan harga rumah tidak cukup hanya dengan melihat harga tanah atau mengikuti harga rumah subsidi di sekitar lokasi. Anda perlu menghitung seluruh biaya proyek, menentukan margin yang sehat, lalu melihat apakah harga tersebut masih dapat diterima pasar.
Di SekolahUMKM.com, Anda dapat belajar strategi bisnis properti, perhitungan harga jual, pengelolaan modal, kerja sama usaha, dan pengambilan keputusan bisnis dengan biaya Rp50.000/bulan. Materinya membantu Anda memahami bagaimana menghitung sebuah proyek sebelum mengambil keputusan agar peluang bisnis tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga memiliki perhitungan yang masuk akal.
Dengan harga tanah Rp110 juta untuk kavling 72 m², proyek tersebut perlu dihitung dengan hati-hati sebelum diarahkan ke segmen rumah subsidi. Harga rumah nantinya harus mampu menutup seluruh nilai tanah, biaya pembangunan, dan keuntungan yang ditargetkan. Karena itu, jangan menentukan harga hanya berdasarkan harga rumah subsidi di sekitar lokasi.
Untuk menentukan harga jual, hitung terlebih dahulu total biaya tanah dan pembangunan, tambahkan profit yang ditargetkan, kemudian bandingkan dengan kompetitor dalam radius sekitar 5 km. Jika hasil perhitungan terlalu tinggi dibandingkan daya beli pasar, pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah meningkatkan daya tarik produk melalui desain dan spesifikasi, menunggu kondisi pasar yang lebih sesuai, atau mencari pola kerja sama yang memungkinkan proyek tetap berjalan tanpa membebani cashflow.
Setelah menghitung total biaya tanah, pembangunan, dan profit, bandingkan harga tersebut dengan rumah yang memiliki lokasi dan spesifikasi yang sebanding di sekitar proyek. Jangan hanya membandingkan harga per meter tanah karena pembeli membeli produk rumah secara keseluruhan.
Tidak otomatis. Yang perlu diperhatikan adalah posisi produk yang akan ditawarkan dan pasar yang dituju. Jika biaya tanah dan pembangunan membuat harga jual jauh di atas batas yang sesuai dengan skema subsidi, produk perlu diposisikan dengan strategi berbeda daripada sekadar mencoba bersaing langsung dengan rumah subsidi.
Karena hanya ada dua unit, struktur kerja sama sebaiknya dibuat sederhana dan disesuaikan dengan kontribusi masing-masing pihak. Yang perlu diperjelas sejak awal antara lain nilai tanah, biaya pembangunan, siapa yang menanggung biaya, pembagian keuntungan, serta mekanisme apabila rumah tidak segera terjual.
Keduanya memiliki konsekuensi yang berbeda. Kerja sama dapat mengurangi kebutuhan modal awal, tetapi keuntungan dan risiko harus dibagi sesuai kesepakatan. Sementara pembelian secara tempo memberikan struktur kepemilikan yang berbeda, tetapi membutuhkan kemampuan cashflow untuk memenuhi pembayaran sesuai jadwal. Pilihan terbaik bergantung pada modal, kemampuan menjual, dan kemampuan mengelola proyek.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
Alasan Pengusaha UMKM Harus Menjauhi Kredit Lembaga Keuangan Banyak pengusaha UMKM yang kebingungan ketika memulai usaha sendiri. Peluang usaha sudah di depan mata, tetapi tidak bisa langsung ditan...
Yudha Adhyaksa
07 Sep 2021
Peluang Bisnis Usaha UMKM Syariah – Sebagai kaum milenial saat ini, pasti kamu memiliki semangat yang membara dan memiliki ide-ide cemerlang serta inovasi baru untuk membangun bisnis usaha...
Yudha Adhyaksa
07 Sep 2021
Strategi Digital Marketing – Sudahkah Anda mempersiapkan perencanaan pemasaran untuk bisnis Anda tahun ini? Atau sudahkah mengetahui apa sih trend dunia marketing saat ini? Mengetahui trend...
Yudha Adhyaksa
07 Sep 2021
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan