Artikel
Yudha Adhyaksa
02 Nov 2024
Tulisan ini untuk Anda yang sering bertanya, “Apakah sekarang waktu yang tepat untuk berbisnis?”
Situasi setiap orang unik. Bisa jadi niatnya berbisnis sudah kuat lantas membatalkannya karena terpengaruh omongan orang lain. Karena itu, pilihlah orang yang tepat untuk diajak berdiskusi. Bertanya pada orang tidak tepat akan membuat diri Anda semakin ragu karena bisa jadi jawaban mereka seperti ini.
Semua alasan itu masuk akal. Dan disini saya bukan bermaksud untuk menyalahkan mereka yang merespon demikian. Namun, sebagai orang yang pernah berada di posisi Anda, saya adalah orang yang tepat untuk menjawab kegundahan Anda. Dan saya akan jawab dengan bercerita kisah pribadi.
Semoga menginspirasi!
Sejak umur 18 tahun saya bercita-cita menjadi pengusaha. Setiap akhir pekan, saya membaca tabloid, majalah maupun koran yang mengulas macam-macam bisnis dan kisah pengusaha besar. Saya bayangkan betapa enaknya jadi pengusaha sukses.
Saya berasal dari keluarga dimana semua saudara adalah pegawai. Orangtua selalu mengatakan:
“Carilah pekerjaan di perusahaan besar supaya dapat gaji tinggi. Nanti setelah beberapa tahun, pindah kerja lagi. Kalau bisa kerja di luar negeri, agar anakmu fasih berbahasa Inggris.”
Jadilah semua anaknya pegawai kantoran. Tanpa disadari saya benar-benar mengikuti arahan bapak saya. Saya mulai mengejar impian dengan bekerja di Bank yang gedungnya tinggi menjulang di Jakarta. Saya katakan pada diri sendiri, “Saya akan taklukkan ibu kota ini”. Wah sombong sekali ya hehe..
Singkat cerita saya bekerja sangat tekun untuk 4 Bank dari level Nasional ke Internasional. Setelah 8 tahun berkarir, saya mendarat di Singapura bekerja untuk Bank dimana aset grup induknya urutan ke 7 terbesar di dunia. Bapak saya terharu, beliau senang bukan kepalang. Inilah mimpinya yang terwujud setelah puluhan tahun. Anaknya telah meraih segalanya yang bisa diimpikan setiap pegawai.
Tiba-tiba datanglah ‘peringatan’ dosa riba. Pekerjaan yang sangat saya banggakan ini ternyata haram! Berat memang untuk mengakuinya memang diawalnya. Tapi di titik tertentu saya harus ikhlas melepaskannya. Harus berlapang dada menerima firman Allah I seutuhnya.
Saya putuskan hijrah dan berbisnis. Tapi bisnis apa? Tidak tahu bisnis apa yang cocok dengan passion, yang bisa memberi penghasilan sebesar gaji diterima di Bank. Disisi lain saya khawatir rugi besar akibat salah berbisnis. Bisnis kan tidak bisa coba-coba.
Disinilah saya mulai menyusun rencana lebih konkrit. Pertama, saya mencari ilmu bisnis yang tepat. Saya putuskan harus belajar sama praktisi bisnis yang sudah sukses. Dengan begitu saya bisa meminimalisir resiko.
Ketika saya berjalan-jalan di Islamic Book Fair Senayan, ketemulah stan Pelatihan Developer Properti Syariah. Tanpa pikir panjang saya mendaftar dan alhamdulillah terwujud bisnis pertama yang halal di usia 35 tahun.
Jadi, jika Anda bertanya kapan waktu yang tepat berbisnis? Jawaban saya adalah:
“Tidak ada waktu yang ideal. Setiap orang punya waktunya sendiri- sendiri. Ada yang berbisnis karena kepepet, karena direncanakan, karena bermodal besar, karena siap fisik dan mental..”
Yang terpenting ketika Anda terjun ke bisnis kapanpun waktunya, pastikan caranya tidak asal-asalan.
Harus tahu hukum syariah yang relevan dengan bisnis yang akan digeluti dan juga ilmu bisnis profesional agar tidak menabrak aturan pemerintah, sehingga bisnisnya aman dari dosa dan tidak melanggar hukum yang berlaku.
Tidak ada waktu yang benar-benar ideal untuk mulai berbisnis. Setiap orang memiliki kondisi, tanggung jawab, modal, pengalaman, dan alasan yang berbeda. Yang lebih penting adalah memastikan keputusan tersebut dibuat dengan persiapan yang matang.
Di SekolahUMKM.com, kamu bisa mempelajari bisnis dari praktisi melalui 500+ kelas, mulai dari mindset, ide bisnis, produksi, marketing, permodalan, keuangan, hingga SDM. Akses seluruh kelas hanya Rp50.000/bulan.
Waktu yang tepat untuk berbisnis tidak bisa disamakan untuk semua orang. Ada yang memulai karena sudah lama merencanakannya, ada yang terdorong oleh keadaan, dan ada pula yang baru menemukan peluang setelah memiliki pengalaman kerja.
Kapan pun memulainya, jangan mengambil keputusan hanya karena tekanan orang lain atau mengejar hasil secara instan. Pelajari bisnis yang akan dijalankan, pahami kebutuhan modal dan risikonya, serta kuasai aturan syariah dan regulasi yang relevan. Dengan persiapan yang tepat, keputusan untuk berbisnis dapat dilakukan secara lebih terukur.
Tidak selalu. Besarnya modal bergantung pada model bisnis yang dipilih. Beberapa usaha dapat dimulai dengan modal relatif kecil, sementara bisnis tertentu memang membutuhkan investasi yang lebih besar.
Tidak harus. Keputusan resign perlu mempertimbangkan kondisi keuangan, tanggungan keluarga, kesiapan bisnis, dan sumber penghasilan alternatif. Setiap orang memiliki situasi yang berbeda.
Jangan hanya menunggu passion. Pelajari kebutuhan pasar, kemampuan yang dimiliki, sumber daya yang tersedia, dan model bisnis yang realistis. Passion dapat berkembang setelah seseorang semakin memahami dan menjalankan bidang yang dipilih.
Minimal pahami target pasar, produk atau jasa, cara mendapatkan pelanggan, kebutuhan modal, pengelolaan keuangan, risiko, serta aturan hukum dan syariah yang relevan dengan bisnis tersebut.
Bisa. Pengalaman kerja dapat menjadi bekal berupa kemampuan, jaringan, pengetahuan industri, disiplin, dan pemahaman terhadap proses bisnis. Tinggal disesuaikan dengan model usaha yang ingin dibangun.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
Ingin tau bagaimana jika pengelola meminta gaji tetap? Cobalah mengikuti kelas online dari SekolahUMKM.com, di sini Anda akan paham bagaimana menghadapi kasus tersebut. Saya akan membahas kasus syi...
Yudha Adhyaksa
01 Oct 2022
Tahukah Anda? Persiapan buka toko menjadi momen yang berharga bagi kasir. Jika persiapannya lancar dan lengkap, perjalanan mengawal transaksi customer akan lebih mudah. Sebaliknya, jika persiapan kura...
Yudha Adhyaksa
30 Sep 2022
Cara Merencanakan Video ala Pengusaha Muslim Apakah kamu ingin beralih menjadi YouTuber? Meski harus bekerja keras bikin konten, cuan yang dihasilkan lumayan, lho. Saat ini banyak orang yang mengan...
Yudha Adhyaksa
29 Sep 2022
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan