background

Artikel

E-Money dan E-Wallet Apakah Termasuk Riba?

Yudha Adhyaksa

11 Nov 2025

Cover

TANYA SYARIAH

Terkait e money, bagimana hukumnya kita menaruh dana GOPAY dan OVO semacam itu yang kadang tidak langsung kita gunakan

COACH YUDHA ADHYAKSA

Jadi terkait E Money, ulama menghukuminya berbeda2 tapi saya mengambil pendapat yang menganggap akad antara konsumen dengan penyedia EWallet adalah akad utang piutang, sehingga :

(1) Konsumen sebagai pemberi utang, bila menerima diskon menjadi pemakan riba

(2) Penyedia sebagai penerima utang, bila memberi diskon menjadi penyetor riba

Kaidah yang berlaku adalah

Pastikan saat menyetujui perjanjian, kita tidak menyetujui klausul diskon. Jadi kalau ada, minta dihilangkan.

Kalau tidak dilakukan sama saja meridhai praktek pembungaan sejak awal dan berdosa.

Maka apabila kita menyetujui di perjanjian EWallet terkait klausul diskon ini sudah berdosa sejak awal, walaupun setelah itu kita tidak memanfaatkannya.

Solusinya?

✔️ Upayakan supaya klausul diskon dihilangkan

✔️ Ganti provider yang membolehkan menghilangkan klausul diskon tersebut

✔️ Tidak memakai E Wallet alias membayar cash saja. Buat apa menerima diskon yang tidak seberapa tapi malah mendapatkan timbangan dosa yang sangat berat di akhirat nanti?

Karena sesungguhnya riba itu dosa besar.

Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih)

1 dirham = sekitar Rp. 3.000.

Apabila diskonnya Rp. 30.000 tentu sangat besar dosanya.

Pelajari Prinsip Bisnis Digital Tanpa Riba di SekolahUMKM.com

Penggunaan e-wallet perlu dipahami tidak hanya dari sisi kemudahan transaksi, tetapi juga dari akad dan ketentuan yang menyertainya. Di SekolahUMKM.com, Anda dapat mempelajari fikih muamalah secara praktis, termasuk memahami akad dalam transaksi digital, riba, serta cara memilih transaksi yang lebih sesuai dengan prinsip syariah. Biayanya hanya Rp50.000/bulan.

Kesimpulan

Menurut pendapat yang digunakan dalam artikel ini, saldo yang ditempatkan pada e-wallet dipandang sebagai akad utang piutang antara konsumen dan penyedia layanan. Karena itu, klausul diskon dalam perjanjian perlu diperhatikan. Jika terdapat klausul diskon yang tidak sesuai dengan prinsip syariah, pengguna disarankan tidak menyetujuinya.

Solusinya adalah mengupayakan penghapusan klausul tersebut, memilih penyedia yang memungkinkan klausul tersebut dihilangkan, atau menggunakan pembayaran tunai. Intinya, jangan hanya mempertimbangkan keuntungan diskon, tetapi pahami terlebih dahulu akad dan ketentuan yang disepakati sejak awal.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Apakah menyimpan saldo di e-wallet diperbolehkan?

Dalam artikel ini, hukum e-wallet didasarkan pada pendapat ulama yang memandang hubungan konsumen dan penyedia e-wallet sebagai akad utang piutang. Karena itu, yang perlu diperhatikan adalah ketentuan dan klausul yang disepakati dalam perjanjian penggunaan e-wallet.

Apakah diskon dari e-wallet otomatis termasuk riba?

Menurut pendapat yang digunakan dalam artikel ini, apabila akadnya dipandang sebagai utang piutang dan terdapat manfaat berupa diskon yang disyaratkan dalam perjanjian, maka diskon tersebut menjadi persoalan riba. Karena itu, pengguna disarankan memperhatikan klausul diskon sebelum menyetujui perjanjian.

Bagaimana jika klausul diskon sudah ada tetapi saya tidak pernah menggunakan diskonnya?

Menurut penjelasan dalam artikel ini, persoalannya sudah muncul sejak pengguna menyetujui klausul tersebut, meskipun diskonnya kemudian tidak digunakan. Karena itu, solusinya adalah mengupayakan agar klausul tersebut dihilangkan atau memilih penyedia lain yang memungkinkan pengguna tidak menyetujui klausul tersebut.

Apa alternatif bagi orang yang ingin menghindari persoalan riba pada e-wallet?

Alternatif yang disebutkan dalam artikel adalah memilih penyedia yang memungkinkan klausul diskon dihilangkan atau menggunakan pembayaran tunai. Dengan demikian, pengguna tidak perlu bergantung pada fasilitas diskon dari e-wallet yang akadnya masih menjadi persoalan menurut pendapat yang digunakan.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

 

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Strategi Digital Marketing UMKM untuk Mendapatkan Banyak Prospek dalam Bisnis Online

Mendapatkan banyak prospek merupakan salah satu tantangan dalam menjalankan bisnis online. Banyak pelaku usaha masih mengandalkan teman, keluarga, atau orang-orang yang sudah dikenal sebagai calon pel...

Yudha Adhyaksa

14 Aug 2026

Thumbnail
Target Market Jualan UMKM: Kenapa Menjual ke “Orang yang Sudah Punya” Itu Salah!

“Produk gue bagus, tapi marketnya kok sempit ya?” Banyak pelaku UMKM sudah sampai di tahap ini. Produknya sudah ada. Kualitasnya oke. Bahkan sudah pernah laku. Tapi masalahnya m...

Yudha Adhyaksa

13 Aug 2026

Thumbnail
Cara Menyaingi Rumah Subsidi DP 1 Juta untuk Developer Pemula Tanpa Harus Modal Besar

Ini yang Sering Terjadi di Lapangan Kalau kamu lagi main atau baru mau masuk ke bisnis properti, pasti pernah kepikiran hal ini. Lihat kompetitor jual: rumah subsidi DP cuma 1 juta bah...

Yudha Adhyaksa

13 Aug 2026

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image