background

Artikel

Developer Properti, Mulai Pakai PT atau Perorangan?

Yudha Adhyaksa

08 Dec 2025

Cover

TANYA PROPERTI

Alhamdulillah coach saya sudah ada lahan untuk mulai project. 

Langkah awalnya sebelum mengurus perizinan sebaiknya an. Perorangan atau PT? Apa kelemahannya dan kelebihannya?

Karena rencana kedepannya saya mau fokus main dilahan2 kecil, mengingat harga tanah yg mahal.

Kondisi lahan dilokasi strategis, lingkungan sekitar banyak cluster2, dekat masjid, dll

Namun minusnya, kondisi akses masuk 1 mobil dan di pemukiman padat dan berbatasan langsung dengan danau.

COACH YUDHA ADHYAKSA

Kalau dipecah diatas 5 kavling, otomatis pakai PT mas. Dan kalau rencananya sudah mantap garap lahan kecil, itu lebih baik karena dengan modal sama lebih baik menyediakan 10 lokasi daripada 1 lokasi

Kalau soal aksek hanya 1 mobil, proyek saya juga jalannya 1 mobil sejauh 1 KM dan laku2 saja mas meskipun Pembelinya bawa mobil, karena mereka mampu nya nyicil segitu. 

Jadi memang edukasinya perlu di depan bahwa dalam memilih lokasi hunian, yang penting adalah kecepatan naik nilai investasi. Semakin cepat beli lebih baik karena harga rumah terus naik. Berikan juga perbandingan harga 1 tahun lalu berapa dan tahun ini berapa, supaya ada gambaran dan mendorong beli sekarang

Kalau terkait danau, Garis Sempadan akan menjadi area fasum jadi kalau area fasumnya 40% dan setelah dikurangi Garis Sempadan masih dalam 40% ini aman. Tapi kalau lebih besar, usahakan di pecah dulu dan beli yang jauh dari danau supaya tidak kena Garis Sempadan terlalu banyak

Semoga lancar ya 🙂

Pelajari Strategi Memulai Proyek Properti di SekolahUMKM.com

Memilih bentuk usaha sejak awal penting agar proyek properti dapat berkembang sesuai target. Di SekolahUMKM.com dengan biaya Rp50.000/bulan, Anda dapat mempelajari strategi memilih lahan, menentukan skala proyek, mengelola perizinan, hingga memasarkan properti dengan lebih terstruktur.

Kesimpulan

Menurut Coach Yudha, jika lahan akan dipecah menjadi lebih dari 5 kavling, sebaiknya menggunakan PT. Jika memang fokus pada lahan-lahan kecil, strategi tersebut justru dapat memberikan peluang untuk mengembangkan lebih banyak lokasi dengan modal yang sama.

Akses satu mobil tidak selalu menjadi penghalang penjualan selama harga rumah sesuai dengan kemampuan target pembeli. Namun, kondisi tersebut perlu dikomunikasikan sejak awal dan diimbangi dengan edukasi mengenai potensi kenaikan nilai properti. Untuk lahan yang berbatasan dengan danau, perlu diperhatikan Garis Sempadan dan porsi fasum agar luas lahan yang dapat dikembangkan tetap aman.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Kapan proyek properti sebaiknya menggunakan PT?

Menurut Coach Yudha, jika lahan dipecah menjadi lebih dari 5 kavling, maka proyek tersebut menggunakan PT.

Apakah akses jalan hanya satu mobil membuat proyek sulit dijual?

Tidak selalu. Menurut pengalaman Coach Yudha, proyek dengan akses satu mobil tetap dapat terjual selama harga rumah sesuai dengan kemampuan target pembeli. Kondisi akses juga perlu dijelaskan sejak awal kepada calon pembeli.

Bagaimana cara menjual rumah di lokasi dengan akses terbatas?

Calon pembeli perlu diberikan gambaran mengenai alasan memilih lokasi tersebut, terutama potensi kenaikan nilai investasi. Perbandingan harga rumah atau tanah pada tahun sebelumnya dengan harga saat ini juga dapat membantu memberikan gambaran kepada calon pembeli.

Apa yang harus diperhatikan jika lahan berbatasan dengan danau?

Perlu memperhatikan Garis Sempadan dan area fasum. Menurut Coach Yudha, apabila area fasum 40% dan setelah dikurangi Garis Sempadan masih berada dalam batas 40% tersebut, kondisi tersebut dinilai aman. Jika area yang terkena Garis Sempadan terlalu besar, salah satu pertimbangan adalah memecah lahan terlebih dahulu dan memilih bagian yang lebih jauh dari danau.

Mengapa mengembangkan banyak lahan kecil bisa menjadi strategi?

Karena dengan modal yang sama, developer berpotensi mengembangkan beberapa lokasi sekaligus daripada memusatkan seluruh modal pada satu proyek. Strategi ini dapat membuka lebih banyak peluang proyek dan penjualan.

 

Penulis

Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Thumbnail
Staff Purchasing UMKM: Cara Mengatur Stok Barang Biar Nggak Sering Kosong atau Numpuk di Gudang

Pernah ngalamin barang lagi laris-larisnya… eh tiba-tiba stok habis? Pelanggan sudah siap beli, tapi kamu malah bilang, “maaf, lagi kosong.” Atau kebalikannya. Stok numpuk di gud...

Yudha Adhyaksa

16 Aug 2026

Thumbnail
Customer Service UMKM: Cara Sederhana Bangun Pelanggan Setia Tanpa Ribet

Pernah ngalamin ini? Sudah capek jualan, sudah closing banyak… tapi pelanggan cuma beli sekali, habis itu hilang. Atau lebih parah lagi, tiba-tiba ada komplain masuk: “Adminnya lam...

Yudha Adhyaksa

15 Aug 2026

Thumbnail
Aset Digital UMKM: Cara Membangun Pondasi Jualan Online dari Nol Sampai Punya Database Sendiri

Banyak pelaku UMKM sekarang sudah sadar bahwa jualan itu tidak cukup cuma buka lapak offline. Akhirnya mulai masuk ke online: Bikin Instagram Upload produk Share ke WhatsApp Kadang coba...

Yudha Adhyaksa

14 Aug 2026

Daftar Sekarang

Ilmu Pengusaha Syariah

Terlengkap

Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan

Langganan Sekarang Image