Artikel
Yudha Adhyaksa
27 Jul 2026
Banyak pelaku UMKM berpikir bahwa tantangan terbesar dalam bisnis online adalah membuat produk yang bagus.
Padahal setelah produknya jadi, muncul masalah baru.
Posting setiap hari.
Upload foto produk.
Pasang promo.
Bahkan sesekali menjalankan iklan.
Namun hasilnya masih jauh dari harapan.
Pengunjung ada, tetapi pembeli sedikit.
Atau yang lebih sering terjadi, tidak ada yang datang sama sekali.
Kalau Anda sedang mengalami kondisi seperti itu, kemungkinan besar masalahnya bukan pada kualitas produk.
Masalahnya adalah Anda masih menunggu customer datang sendiri.
Padahal dalam dunia digital, customer harus dicari dan diarahkan.
Di sinilah konsep digital marketing menjadi sangat penting.
Banyak orang menganggap digital marketing hanya soal membuat iklan atau mengunggah konten di media sosial.
Padahal inti digital marketing jauh lebih sederhana.
Ibarat memancing ikan, Anda harus tahu ikan apa yang ingin ditangkap, di mana ikan itu berada, dan umpan apa yang mereka sukai.
Kalau salah umpannya, ikan tidak akan datang.
Kalau salah kolamnya, sebanyak apa pun umpan yang Anda lempar tetap tidak akan menghasilkan apa-apa.
Begitu juga dalam bisnis online.
Sebelum sibuk berjualan, pastikan Anda sudah memahami siapa calon pelanggan yang ingin Anda datangkan.
Bayangkan ada seseorang yang ingin memancing.
Apakah dia langsung melempar kail di sembarang tempat?
Tentu tidak.
Biasanya dia akan mencari tahu terlebih dahulu:
Logika yang sama berlaku dalam pemasaran digital.
Calon pelanggan tersebar di berbagai platform internet.
Ada yang aktif di Instagram.
Ada yang lebih sering membuka Facebook.
Ada yang hampir setiap hari menonton YouTube.
Ada juga yang lebih suka membaca artikel di website atau mengikuti komunitas tertentu.
Kalau Anda menjual produk untuk ibu rumah tangga, tentu pendekatannya akan berbeda dengan produk yang ditujukan kepada mahasiswa atau pemilik bisnis.
Karena itu, langkah pertama bukan membuat iklan.
Melainkan memahami siapa sebenarnya orang yang ingin Anda ajak menjadi pelanggan.
Tanpa mengetahui target market, promosi hanya akan menghabiskan waktu dan biaya tanpa hasil berarti.
Kesalahan terbesar yang sering dilakukan pelaku UMKM adalah ingin menjual ke semua orang.
Logikanya terdengar masuk akal.
Semakin banyak orang yang melihat produk, seharusnya semakin besar peluang mendapatkan pembeli.
Sayangnya, kenyataannya justru sebaliknya.
Ketika Anda mencoba berbicara kepada semua orang, biasanya tidak ada satu pun yang benar-benar merasa bahwa produk tersebut dibuat untuk mereka.
Akibatnya, promosi menjadi hambar.
Tidak ada yang merasa tertarik.
Tidak ada yang merasa membutuhkan.
Karena itu, langkah pertama dalam digital marketing adalah menentukan target market atau niche.
Misalnya Anda menjual kopi.
Apakah targetnya:
Kelihatannya sama-sama menjual kopi.
Tetapi cara berbicara kepada masing-masing kelompok tentu berbeda.
Begitu juga jika Anda menjual hijab.
Bahasa yang digunakan untuk remaja tentu berbeda dengan bahasa untuk ibu muda atau wanita karier.
Semakin spesifik target pasar yang Anda pilih, semakin mudah membuat promosi yang tepat sasaran.
Setelah mengetahui siapa calon pelanggan Anda, pertanyaan berikutnya adalah:
Di mana mereka menghabiskan waktu di internet?
Jangan berasumsi semua orang ada di Instagram.
Ada yang lebih aktif di Facebook.
Ada yang setiap hari mencari informasi melalui Google.
Ada yang senang menonton YouTube.
Ada juga yang aktif di forum, marketplace, atau komunitas tertentu.
Misalnya Anda menjual perlengkapan bayi.
Mungkin target pasar lebih sering mengikuti komunitas parenting dibandingkan melihat konten bisnis.
Kalau Anda menjual alat fotografi, calon pelanggan kemungkinan lebih sering menonton video review kamera di YouTube daripada melihat iklan biasa.
Artinya, sebelum membuat promosi, Anda perlu memahami "kolam" tempat calon pelanggan berkumpul.
Karena promosi terbaik sekalipun tidak akan efektif jika disampaikan kepada orang yang salah.
Inilah kesalahan yang paling sering dilakukan UMKM.
Baru membuat akun media sosial.
Posting pertama langsung:
"Order sekarang."
Posting kedua:
"Promo hari ini."
Posting ketiga:
"Stok terbatas."
Lalu bingung kenapa tidak ada yang membeli.
Masalahnya sederhana.
Orang yang baru mengenal Anda belum punya alasan untuk percaya.
Mereka belum mengenal produk.
Belum mengenal bisnis Anda.
Belum tahu apakah produk tersebut benar-benar bisa membantu mereka.
Karena itu, sebelum mengajak orang membeli, berikan dulu sesuatu yang bermanfaat.
Dalam digital marketing, inilah yang disebut hook atau umpan.
Umpan bisa berupa:
Konten seperti inilah yang membuat calon pelanggan berhenti sejenak, mulai memperhatikan bisnis Anda, lalu tertarik mengenal lebih jauh.
Ingat, orang datang ke internet bukan untuk melihat iklan.
Mereka datang karena sedang mencari solusi.
Kalau konten Anda mampu menjadi solusi, peluang mereka menjadi pelanggan akan jauh lebih besar.
Banyak pelaku UMKM kecewa ketika sudah membuat konten, memasang iklan, tetapi belum juga mendapatkan penjualan.
Padahal belum tentu promosi Anda gagal.
Bisa jadi calon pelanggan memang belum siap membeli.
Coba ingat kebiasaan Anda sendiri.
Ketika ingin membeli laptop baru, apakah langsung membeli setelah melihat satu iklan?
Biasanya tidak.
Anda akan mulai mencari review.
Membandingkan beberapa merek.
Menonton video YouTube.
Membaca artikel.
Melihat komentar pembeli.
Baru setelah yakin, Anda memutuskan membeli.
Perjalanan seperti ini juga dialami oleh calon pelanggan Anda.
Semakin mahal harga produk, semakin panjang proses mereka mengambil keputusan.
Begitu juga jika produk yang Anda jual membutuhkan edukasi lebih banyak, seperti jasa konsultasi, software, properti, atau layanan B2B.
Karena itu, jangan berharap semua orang langsung membeli hanya karena melihat satu postingan.
Ada yang butuh satu hari.
Ada yang satu minggu.
Ada yang baru membeli setelah beberapa bulan mengikuti konten Anda.
Digital marketing bukan hanya soal mencari pembeli hari ini.
Tetapi membangun hubungan sampai mereka siap menjadi pelanggan.
Di internet, kepercayaan adalah mata uang yang paling mahal.
Calon pelanggan tidak bisa melihat toko Anda secara langsung.
Tidak bisa bertemu pemilik usaha.
Tidak bisa memegang produknya.
Yang mereka nilai adalah jejak digital bisnis Anda.
Karena itu, jangan hanya memenuhi media sosial dengan postingan promosi.
Bangun juga kepercayaan melalui konten yang bermanfaat.
Misalnya:
Semakin banyak manfaat yang Anda berikan, semakin besar kemungkinan calon pelanggan mempercayai bisnis Anda.
Saat mereka akhirnya membutuhkan produk yang Anda jual, nama bisnis Andalah yang pertama kali mereka ingat.
Itulah alasan mengapa website, blog, dan artikel masih sangat penting dalam digital marketing.
Website bukan hanya tempat menjual produk.
Tetapi tempat membangun kredibilitas bisnis.
Banyak pelaku UMKM merasa aman karena memiliki ribuan followers.
Padahal followers bukanlah aset yang benar-benar Anda miliki.
Hari ini algoritma berubah.
Besok jangkauan turun.
Lusa akun bisa saja bermasalah.
Kalau seluruh bisnis bergantung pada satu platform, risikonya sangat besar.
Karena itu, pelaku bisnis yang sudah berkembang biasanya mulai membangun aset digital sendiri.
Misalnya melalui:
Tujuannya sederhana.
Agar Anda tetap bisa berkomunikasi dengan calon pelanggan tanpa bergantung sepenuhnya pada algoritma media sosial.
Media sosial memang sangat penting.
Tetapi sebaiknya dijadikan pintu masuk, bukan rumah utama bisnis Anda.
Supaya lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh bagaimana alur digital marketing diterapkan oleh pelaku UMKM.
Kondisi awal
Setiap hari hanya mengunggah foto produk dengan caption:
"Brownies homemade, order ya."
Hasilnya tidak banyak berubah.
Like sedikit.
Order juga hanya dari pelanggan lama.
Perubahan strategi
Pemilik usaha mulai membuat konten seperti:
Di akhir konten baru mengajak orang untuk memesan.
Hasil
Lebih banyak orang mulai mengikuti akun media sosialnya.
Konten sering dibagikan.
Kepercayaan pelanggan meningkat.
Order pun mulai datang dari orang yang sebelumnya belum pernah mengenal usahanya.
Kondisi awal
Promosi hanya berisi daftar harga.
Tidak ada alasan mengapa pelanggan harus memilih laundry tersebut.
Perubahan strategi
Kontennya diubah menjadi lebih edukatif, misalnya:
Setelah memberikan solusi, barulah menawarkan jasa laundry.
Hasil
Calon pelanggan mulai menganggap usaha tersebut sebagai tempat yang memahami perawatan pakaian, bukan sekadar tempat mencuci.
Kondisi awal
Semua postingan berisi foto produk.
Hampir tidak ada interaksi.
Perubahan strategi
Mulai membuat konten:
Produk tetap ditawarkan, tetapi tidak mendominasi seluruh isi akun.
Hasil
Engagement meningkat.
Jumlah pengikut bertambah.
Penjualan ikut naik karena calon pelanggan merasa mendapatkan manfaat sebelum membeli.
Kondisi awal
Langsung menawarkan jasa konsultasi setiap hari.
Sayangnya, orang belum mengenal kompetensinya.
Perubahan strategi
Mulai menulis artikel, membuat video singkat, dan membagikan studi kasus UMKM.
Calon pelanggan akhirnya mengetahui pengalaman dan kemampuan konsultan tersebut sebelum menghubungi untuk berkonsultasi.
Semakin tinggi nilai jasa yang ditawarkan, semakin penting proses membangun kepercayaan terlebih dahulu.
Banyak pelaku usaha sebenarnya sudah aktif di internet.
Namun hasilnya belum maksimal karena masih melakukan beberapa kesalahan berikut.
Setiap konten selalu berisi promosi.
Tidak ada edukasi.
Tidak ada manfaat.
Tidak ada alasan bagi orang untuk mengikuti akun bisnis Anda.
Padahal sebelum membeli, calon pelanggan biasanya ingin mengenal bisnis Anda terlebih dahulu.
Semua orang dianggap calon pelanggan.
Akibatnya bahasa promosi menjadi terlalu umum.
Konten tidak terasa relevan bagi siapa pun.
Semakin spesifik target pasar, biasanya semakin mudah menghasilkan penjualan.
Ada yang produknya lebih cocok dipromosikan melalui YouTube, tetapi seluruh tenaga dihabiskan untuk Instagram.
Ada yang target pasarnya aktif di Facebook, tetapi justru sibuk membuat konten di platform lain.
Setiap bisnis memiliki "kolam" yang berbeda.
Karena itu, pahami dulu di mana calon pelanggan Anda benar-benar aktif.
Followers memang penting.
Tetapi website, database email, dan nomor WhatsApp pelanggan jauh lebih berharga dalam jangka panjang.
Karena aset tersebut tetap menjadi milik Anda meskipun algoritma media sosial berubah.
Banyak pelaku UMKM baru membuat konten selama satu atau dua minggu.
Karena belum ada hasil, akhirnya berhenti.
Padahal membangun kepercayaan membutuhkan waktu.
Digital marketing bukan perlombaan cepat.
Tetapi proses membangun hubungan yang konsisten dengan calon pelanggan.
Kalau Anda ingin belajar digital marketing yang benar, jangan hanya mengejar jumlah followers atau viral sesaat.
Yang jauh lebih penting adalah memahami bagaimana mengubah orang yang belum mengenal bisnis Anda menjadi pelanggan yang percaya dan akhirnya membeli.
Di SekolahUMKM.com, Anda bisa mempelajari strategi digital marketing yang dirancang khusus untuk pelaku UMKM Indonesia, mulai dari dasar hingga praktik yang bisa langsung diterapkan.
Anda akan belajar tentang:
Seluruh materi disusun dengan bahasa yang sederhana, praktis, dan relevan dengan tantangan yang dihadapi pelaku usaha sehari-hari.
Dengan investasi hanya Rp50.000 per bulan, Anda dapat mengakses ratusan kelas bisnis yang membantu UMKM membangun usaha yang lebih terarah, lebih profesional, dan lebih siap berkembang di era digital.
Karena pada akhirnya, digital marketing bukan tentang siapa yang paling sering berjualan.
Tetapi tentang siapa yang paling mampu membangun kepercayaan.
Banyak pelaku UMKM mengira digital marketing berarti rajin posting setiap hari.
Padahal inti digital marketing jauh lebih besar daripada itu.
Digital marketing adalah proses menghubungkan bisnis dengan orang yang tepat, di tempat yang tepat, menggunakan pesan yang tepat, hingga akhirnya mereka percaya dan memutuskan membeli.
Itulah sebabnya tidak semua orang yang melihat produk akan langsung menjadi pelanggan.
Ada yang cukup melihat satu konten.
Ada yang perlu membaca artikel.
Ada yang harus melihat testimoni.
Ada pula yang baru membeli setelah mengikuti media sosial Anda selama beberapa bulan.
Semua itu adalah bagian dari perjalanan pelanggan atau customer journey.
Karena itu, jangan hanya fokus membuat promosi.
Fokuslah membangun hubungan.
Mulailah dengan memahami siapa target pasar Anda.
Cari tahu di mana mereka berkumpul.
Berikan konten yang benar-benar membantu.
Bangun kepercayaan melalui media sosial dan website.
Lalu arahkan mereka menuju proses pembelian secara bertahap.
Bisnis yang bertumbuh bukanlah bisnis yang paling sering beriklan.
Melainkan bisnis yang paling memahami pelanggannya.
Digital marketing adalah proses memasarkan produk atau jasa melalui media digital seperti website, media sosial, mesin pencari, email, dan berbagai platform online lainnya untuk menjangkau calon pelanggan secara lebih efektif.
Karena sebagian besar calon pelanggan saat ini mencari informasi melalui internet sebelum membeli suatu produk. Digital marketing membantu UMKM memperkenalkan bisnis, membangun kepercayaan, dan meningkatkan penjualan dengan biaya yang relatif lebih efisien.
Sangat disarankan. Website dapat meningkatkan kredibilitas bisnis, menjadi pusat informasi produk, membantu muncul di hasil pencarian Google, serta menjadi aset digital yang tidak bergantung pada algoritma media sosial.
Keduanya saling melengkapi. Media sosial efektif untuk menjangkau calon pelanggan, sedangkan website membantu membangun kepercayaan dan memberikan informasi yang lebih lengkap sebelum seseorang memutuskan membeli.
Tidak. Banyak UMKM memulai dengan strategi organik melalui konten edukasi, artikel, video, optimasi SEO, dan media sosial. Iklan berbayar dapat digunakan untuk mempercepat hasil, tetapi bukan satu-satunya cara mendapatkan pelanggan.
Tergantung strategi yang digunakan. Iklan berbayar dapat menghasilkan trafik lebih cepat, sedangkan strategi konten dan SEO biasanya membutuhkan waktu lebih lama, tetapi memberikan hasil yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Artikel
TANYA PROPERTI Alhamdulillah ini saya deal tanah meskipun kecil, di 1200m², yang ingin saya tanyakan perhitungannya apakah pengalokasian lahan jika 60/40 = artinya yang bisa dibangun rumah han...
Yudha Adhyaksa
05 Dec 2025
TANYA SYARIAH Mengapa penggunaan modal usaha pegawai riba harus dibatasi nominalnya? Apakah tidak sebaiknya melunasi hutangnya agar syarat di ACC resign-nya menjadi prioritas sehingga bisa fokus...
Yudha Adhyaksa
05 Dec 2025
TANYA PROPERTI Alhamdulillah pemilik tertarik dengan skema kerjasama tanpa DP, cuma yang kepikiran lokasi tanahnya jarak 50m ada kuburan (walau ga terlihat) lanjut atau tidak ya? COACH YUDHA ADH...
Yudha Adhyaksa
04 Dec 2025
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan