Artikel
Yudha Adhyaksa
28 Nov 2025
Apa bedanya bunga dengan margin?
Bunga dari akad pinjaman sedangkan margin dari akad jual beli.
Sekecil apapun bunga meski Rp. 1 tetap riba, bahkan sekedar memberikan tumpangan ke pemberi pinjaman (dulunya tidak pernah), atau hanya memberi pujian pun dilarang oleh ulama karena menguntungkan pemberi pinjaman
Beda dengan margin jual beli, berapapun besar nilainya dibolehkan. Semisal margin kayu gaharu 5.000%, ini boleh. Yang dilarang syariat kalau didalam pasar, tidak boleh menaikkan atau mengurangi harga lebih dari 30% karena merusak harga pasar.
Kalau jadi Developer enak karena diluar pasar, jadi bisa jual harga berapapun. Tinggal pastikan saja valuenya tinggi supaya Pembeli mau bayar 🙂
Memahami perbedaan bunga dan margin penting bagi developer maupun pembeli agar tidak keliru dalam menentukan akad transaksi. Dengan Rp50.000/bulan, Anda dapat mempelajari berbagai strategi bisnis dan akad yang relevan untuk menjalankan bisnis secara lebih tepat dan aman.
Bunga berasal dari akad pinjaman, sedangkan margin berasal dari akad jual beli. Menurut penjelasan Coach Yudha, bunga dalam pinjaman tetap termasuk riba meskipun nilainya sangat kecil, karena terdapat keuntungan yang diperoleh pemberi pinjaman dari akad tersebut.
Berbeda dengan margin dalam jual beli, yang pada dasarnya boleh ditentukan sesuai kesepakatan. Dalam bisnis properti, developer dapat menentukan harga jual berdasarkan value yang ditawarkan kepada pembeli, selama transaksi dilakukan secara jelas dan tidak melanggar ketentuan syariah.
Bunga berasal dari akad pinjaman atau utang piutang, sedangkan margin berasal dari akad jual beli.
Menurut penjelasan Coach Yudha, iya. Besarnya keuntungan tidak mengubah hakikat bunga yang berasal dari akad pinjaman.
Menurut penjelasan Coach, margin dalam jual beli boleh bernilai besar selama transaksi dilakukan secara benar. Namun, terdapat perhatian khusus terhadap praktik menaikkan atau menurunkan harga secara berlebihan di pasar yang dapat merusak harga pasar.
Karena developer dapat menawarkan produk dengan value yang berbeda dari produk yang sudah beredar di pasar. Harga yang lebih tinggi perlu didukung value yang membuat pembeli bersedia membayar harga tersebut.
Yudha Adhyaksa, founder SekolahUMKM dan konsultan bisnis. Berpengalaman 12 tahun di 4 bank internasional, termasuk sebagai Manager Asia. Berpengalaman dalam tata kelola korporasi, manajemen risiko, ekspor-impor, financial crime, dan transformasi proses bisnis. Melalui SekolahUMKM, ia membawa standar bisnis korporasi ke UMKM agar berkembang dengan sistem bisnis yang kuat.
Artikel
Cara Bikin Akun Ramai Pengunjung dan Ujungnya Jadi Order Pernah merasa Facebook sudah dipakai jualan, tapi hasilnya gitu-gitu aja? Posting sudah rutin. Kadang jualan, kadang share foto produk. B...
Yudha Adhyaksa
17 Aug 2026
Cara Realistis Mengupayakan Pelunasan Pokok Tanpa Tenggelam di Bunga Pernah nggak kamu ada di posisi seperti ini… Awalnya ambil pinjaman buat usaha. Niatnya baik: biar usaha jalan, biar...
Yudha Adhyaksa
17 Aug 2026
Pernah Ngerasa Jualan Sudah Jalan, Tapi Kok Hati Nggak Tenang? Banyak pelaku UMKM di Indonesia sebenarnya sudah jualan lama. Ada yang punya warung, jualan online, buka jasa, sampai properti kecil-k...
Yudha Adhyaksa
17 Aug 2026
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan