Artikel
Yudha Adhyaksa
14 Aug 2026
Banyak pelaku UMKM sekarang sudah sadar bahwa jualan itu tidak cukup cuma buka lapak offline.
Akhirnya mulai masuk ke online:
Tapi setelah dijalani beberapa minggu atau bulan, mulai muncul kebingungan:
Ini masalah yang sangat umum.
Masalahnya bukan di platform yang kamu pakai.
Masalahnya karena belum punya aset digital.
Kebanyakan UMKM masih jualan “harian”, belum bangun “pondasi jangka panjang”.
Padahal kalau kamu pahami konsep dari materi yang kamu kasih ini, sebenarnya arah mainnya sudah jelas:
Bukan sekadar jualan, tapi membangun aset yang terus menghasilkan.
Di lapangan, pola yang sering terjadi seperti ini:
Artinya:
Kamu belum punya “mesin”.
Masih manual.
Kalau dianalogikan:
Bedanya jauh.
Aset digital itu bukan sesuatu yang ribet.
Sederhananya:
Semua media online yang kamu miliki dan bisa mendatangkan pembeli.
Contohnya:
Tapi yang paling penting bukan medianya…
Yang paling penting adalah:
trafik dan database.
Dari materi yang kamu kasih, ada satu kalimat yang sangat penting:
“Dimana banyak orang berkumpul, disitu banyak uang beredar.”
Ini inti dari semua strategi digital.
Kalau di UMKM:
Di online juga sama.
Tugas utama kamu:
Mendatangkan orang sebanyak mungkin ke tempat jualanmu.
Kita sederhanakan dari materi tadi jadi alur yang gampang dipraktikkan:
Di materi tadi, digunakan BBM sebagai tempat closing.
Kalau sekarang, versi UMKM:
Banyak UMKM fokus ke:
“Follower harus banyak”
Padahal belum tentu.
Follower itu:
Database itu:
Contoh sederhana:
Sekarang kita masuk ke langkah yang bisa langsung kamu pakai.
Ini basic, tapi sering disepelekan.
Banyak UMKM:
Tanpa riset.
Padahal:
Produk menentukan arah bisnis.
Contoh:
Ini sering dianggap sepele.
Padahal ini pondasi.
Di materi tadi dijelaskan:
Nama brand pendek lebih kuat dibanding yang panjang.
Contoh:
Realita di UMKM:
Banyak yang pakai nama seperti:
Memang bisa laku cepat.
Tapi:
Kalau masih bingung:
Gunakan dua pendekatan:
Ini realistis.
Di materi disebutkan beberapa aset:
Untuk UMKM sekarang, minimal:
Kenapa?
Karena:
Kalau satu channel mati → kamu masih punya yang lain.
Jangan langsung mikir:
“Gimana caranya closing?”
Fokus dulu:
Gimana caranya orang datang
Cara praktis:
Tidak semua orang yang datang akan beli.
Di sinilah pentingnya “filterisasi”.
Contoh:
Ini yang sering diremehkan.
Padahal di materi dijelaskan:
Kedekatan = nilai besar
Kenapa?
Karena:
Cara sederhana:
Setelah:
Baru closing.
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Kondisi awal:
Masalah:
Perubahan:
Hasil:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Kondisi awal:
Perubahan:
Hasil:
Kalau disederhanakan:
Jualan online itu bukan soal:
Tapi soal:
Kalau tiga ini kamu punya:
Bisnis kamu akan lebih stabil.
Banyak UMKM ingin cepat laku.
Itu wajar.
Tapi kalau hanya fokus ke hasil cepat, biasanya:
Kalau kamu mulai berpikir:
“Membangun aset”
Maka:
Kamu tidak harus langsung sempurna.
Mulai saja dari:
Lalu konsisten.
Kalau kamu merasa masih bingung menyusun strategi seperti ini, itu normal. Banyak pelaku UMKM juga ada di fase yang sama.
Makanya penting punya tempat belajar yang praktis dan sesuai kondisi lapangan.
Di SekolahUMKM.com, kamu bisa belajar cara membangun bisnis seperti ini dengan pendekatan yang lebih sederhana dan bisa langsung dipakai.
Biayanya juga ringan, sekitar 50 ribu per bulan. Tidak harus langsung jago, yang penting kamu punya arah dan tidak jalan sendirian.
Kadang yang kita butuh bukan ilmu yang rumit, tapi panduan yang jelas supaya langkah kita tidak muter-muter di tempat yang sama.
Aset digital adalah media atau sumber daya digital yang dibangun untuk mendukung bisnis dalam jangka panjang, seperti akun media sosial, website, marketplace, konten, dan terutama database calon pelanggan maupun pelanggan.
Ya. Instagram dapat digunakan untuk menarik perhatian dan mendatangkan trafik, sedangkan WhatsApp dapat menjadi sarana komunikasi untuk membangun hubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan.
Namun, nilai aset digital tidak hanya terletak pada akun atau platformnya, tetapi juga pada audiens dan hubungan yang berhasil dibangun.
Trafik adalah jumlah orang yang datang atau mengunjungi aset digital bisnis Anda, misalnya akun Instagram, website, marketplace, atau halaman produk.
Semakin banyak orang yang tepat datang, semakin besar peluang untuk mendapatkan calon pelanggan.
Tidak selalu. Jumlah follower tidak otomatis menghasilkan penjualan.
Yang lebih penting adalah apakah follower tersebut sesuai dengan target pasar, tertarik dengan produk, dan memiliki kebutuhan yang dapat diselesaikan oleh bisnis Anda.
Database membantu bisnis tetap dapat berkomunikasi dengan orang yang sudah pernah menunjukkan minat atau melakukan pembelian.
Dengan database yang dikelola secara baik dan sesuai persetujuan pelanggan, bisnis dapat membangun hubungan dan membuka peluang terjadinya pembelian ulang.
Mulailah dari calon pelanggan dan pelanggan yang memang bersedia dihubungi. Data dapat dikumpulkan melalui formulir, WhatsApp, pendaftaran pelanggan, atau proses pembelian.
Simpan dan gunakan data tersebut secara bertanggung jawab serta jangan menghubungi pelanggan secara berlebihan.
Tidak harus langsung. UMKM pemula dapat memulai dari kanal yang paling sesuai dengan target pelanggan, seperti WhatsApp, media sosial, atau marketplace.
Website dapat dibangun ketika bisnis membutuhkan pusat informasi atau kanal penjualan yang lebih mandiri.
Tidak perlu. Terlalu banyak platform justru dapat membuat pengelolaan menjadi tidak konsisten.
Lebih baik fokus membangun beberapa kanal yang paling relevan dengan target pasar, lalu menjalankannya secara konsisten.
Trafik adalah orang yang datang melihat bisnis Anda.
Database adalah informasi kontak atau data calon pelanggan dan pelanggan yang dapat dikelola secara bertanggung jawab.
Relationship adalah hubungan dan kepercayaan yang dibangun antara bisnis dengan pelanggan.
Ketiganya dapat menjadi bagian dari proses membangun bisnis online yang lebih berkelanjutan.
Buat konten yang relevan dengan kebutuhan target pasar, kemudian berikan langkah lanjutan yang jelas.
Misalnya, audiens dapat diarahkan untuk bertanya melalui WhatsApp, melihat katalog, mengisi formulir, atau mendapatkan informasi lebih lanjut tentang produk.
Platform dapat mengalami perubahan algoritma, aturan, atau bahkan gangguan yang memengaruhi jangkauan bisnis.
Karena itu, membangun beberapa kanal dan memiliki hubungan langsung dengan pelanggan dapat membantu bisnis mengurangi ketergantungan pada satu sumber trafik.
Mulai dari hal sederhana, seperti memberikan respons yang baik, memahami kebutuhan pelanggan, memberikan informasi yang bermanfaat, dan melakukan tindak lanjut secara relevan.
Hubungan yang baik dapat meningkatkan kepercayaan dan membuka peluang pembelian ulang.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah hanya mengejar penjualan hari ini tanpa membangun aset untuk jangka panjang.
Akibatnya, setiap hari bisnis harus mencari pelanggan baru dari awal dan penjualan menjadi sangat bergantung pada aktivitas promosi.
Mulailah dari yang sederhana:
Tentukan produk dan target pelanggan.
Pilih satu atau beberapa kanal utama.
Buat konten untuk mendatangkan trafik.
Siapkan cara untuk berkomunikasi dengan calon pelanggan.
Bangun database secara bertanggung jawab.
Jaga hubungan dengan pelanggan.
Tidak perlu membangun semuanya sekaligus. Yang terpenting adalah mulai membangun sistem secara bertahap dan konsisten.
Anda dapat mempelajari berbagai materi tentang pemasaran, penjualan, pengembangan produk, permodalan, dan operasional bisnis di SekolahUMKM.com.
Dengan Rp50.000 per bulan, Anda dapat mengakses ratusan kelas dan ribuan materi bisnis untuk membantu membangun dan mengembangkan UMKM.
Artikel
Menjadi penuntut ilmu setelah hijrah? Setelah hijrah, Anda akan mempunyai waktu luang lebih banyak dan kebanyakan yang dilakukan orang hijrah adalah giat memperdalam agamanya. Ini merupakan kegi...
Yudha Adhyaksa
12 Jul 2023
Apakah memulai bisnis itu mudah? Ada yang berpendapat, bisnis itu tidak usah ‘ngoyo’ "Rezeki kan sudah diatur, apapun yang kita lakukan akan mendapat rezeki sesuai jatahnya. J...
Yudha Adhyaksa
12 Jul 2023
Bagaimana caranya menjadi seorang pengusaha muslim setelah hijrah dari pegawai bank? Perjalanan mendapat hidayah untuk setiap orang itu berbeda-beda. Itulah yang membuat awal mula kisah hijrah seti...
Yudha Adhyaksa
11 Jul 2023
Daftar Sekarang
Dapatkan semua Kelas baru gratis
dengan berlangganan